Categories: News

Cara Mereka Menjaga Kampung

Perkumpulan Fakawele kembali menyelenggarakan Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk memperkuat peran mereka dalam menjaga kampung dan lingkungan hidup. Kegiatan ini berlangsung di Stasiun Belajar Fakawele, Sagea, Halmahera Tengah, pada 14–17 Maret 2026.

Penanggung jawab kegiatan, Syarul Ahdani, menjelaskan bahwa SRK merupakan program rutin yang bertujuan meningkatkan kapasitas kaum muda, khususnya remaja dan pemuda kampung.

“Sekolah Relawan Kampung adalah ruang belajar bersama untuk memperkuat pengetahuan, kepedulian, dan keterlibatan kaum muda dalam menjaga lingkungan serta masa depan kampung mereka,” ujar Syarul, Rabu, 18 Maret 2026.

Selama tiga hari pelaksanaan, peserta mengikuti berbagai sesi pembelajaran, diskusi, dan field trip yang membahas sejumlah isu penting. Materi yang dipelajari antara lain sejarah lokal, isu lingkungan, pengelolaan sumber daya alam, peran kaum muda dalam komunitas, hingga penguatan gerakan perlindungan lingkungan.

Salah satu peserta SRK, Haikal, mengaku bahwa dirinya sangat terkesan mengikuti kegiatan tersebut. Ia menyebut banyak pengetahuan baru yang ia dapatkan, terutama terkait sejarah kampung.

“Terasa sangat berkesan karena kami belajar banyak hal. Misalnya tentang sejarah kampung yang sebelumnya banyak yang belum kami ketahui, sekarang jadi lebih paham,” katanya.

Haikal juga mengajak remaja lainnya untuk mengikuti kegiatan SRK pada kesempatan berikutnya. “Pokoknya seru, bermanfaat, dan menambah ilmu,” ujarnya.

Direktur Perkumpulan Fakawele, Adlun Fiqri, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan memperkaya perspektif serta memperkuat peran remaja dan pemuda dalam upaya melestarikan lingkungan di kampung mereka.

Menurutnya, SRK merupakan salah satu program utama organisasi yang dilaksanakan setiap tahun sebagai bagian dari upaya membangun kesadaran dan kapasitas masyarakat.

“Kami memiliki tiga program utama, yaitu peningkatan kapasitas masyarakat, pemantauan ekosistem dengan pendekatan citizen science, serta kampanye dan advokasi perlindungan lingkungan di Sagea,” jelas Adlun.

Ia menambahkan, Sekolah Relawan Kampung akan terus hadir di masa mendatang dengan memperluas keterlibatan peserta dari berbagai kampung.

Melalui kegiatan ini, Fakawele berharap semakin banyak generasi muda yang memiliki kesadaran dan keberanian untuk mengambil peran dalam menjaga kampung, melindungi lingkungan, serta memastikan keinginan kehidupan di Sagea.

redaksi

Recent Posts

Berpulang di Usia 68 Tahun, Ini Jejak yang Ditinggalkan Al Yasin Ali

Kabar duka datang dari Maluku Utara. Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali,…

4 jam ago

Gempa M 7,7 Guncang NTT, Berpotensi Tsunami

Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.…

5 jam ago

Demokrat Taliabu Gelar Gerakan Langit Biru Indonesia Asri Sambut HUT ke-25

Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia…

21 jam ago

Haknya Dipenuhi, 10 Pekerja Akhiri Perselisihan dengan PT Position

Perselisihan hubungan industrial antara 10 pekerja dan PT Position di Maluku Utara resmi diselesaikan secara…

23 jam ago

BI Catat Transaksi Nontunai di Malut Terus Meluas

Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…

2 hari ago

Seorang Pemuda Halmahera Utara Hilang di Hutan Desa Sukamaju

Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…

2 hari ago