News

Delapan Warga Adat Maba Sangaji Resmi Bebas dari Rutan Soasio

Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Soasio, Tidore Kepulauan, resmi membebaskan delapan warga adat Maba Sangaji yang dinyatakan bebas murni setelah menjalani masa pidana selama lima bulan delapan hari, Jumat, 24 Oktober 2025.

Delapan warga tersebut yakni Sahrudin Awat, Julkadri Husen, Sahil Abubakar, Yasir Hi Samad, Hamim Djamal, Jamaludin Badi, Umar Manado, dan Salasa Muhammad.

Mereka ditahan sejak 19 Mei 2025 terkait kasus perlawanan terhadap aktivitas PT Position di wilayah tanah adat Maba Sangaji. Setelah seluruh proses hukum dijalani sesuai ketentuan yang berlaku, kedelapan warga kini dapat kembali ke tengah keluarga dan masyarakat.

Suasana haru dan bahagia tampak di halaman Rutan Soasiu. Para warga binaan yang selama ini menjalani pembinaan akhirnya dapat menghirup udara kebebasan. Petugas Rutan turut melepas mereka dengan doa dan pesan moral agar tidak mengulangi perbuatan yang pernah dilakukan di masa lalu.

Kepala Rutan Kelas IIB Soasio, David Lekatompessy, mengatakan bahwa pembebasan ini merupakan bagian dari proses hukum yang dijalankan secara transparan dan berkeadilan.

“Hari ini delapan warga binaan kita dari Maba Sangaji resmi bebas murni setelah menjalani masa pidana di dalam Rutan. Kami berharap setelah kembali ke masyarakat, mereka dapat menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan mampu memberikan kontribusi positif di lingkungannya,” ujarnya.

David menambahkan, dengan pembebasan delapan warga Maba Sangaji tersebut, Rutan Soasiu menegaskan kembali komitmennya dalam melaksanakan fungsi pembinaan dan pemasyarakatan berdasarkan prinsip rehabilitasi dan reintegrasi sosial.

Sementara itu, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Kanwil Ditjenpas) Maluku Utara, Sa’id Mahdar, saat dikonfirmasi secara terpisah mengatakan bahwa tiga warga binaan Maba Sangaji lainnya belum dibebaskan karena masih menjalani tambahan hukuman dua bulan kurungan.

“Kami berharap ke depan warga Maba Sangaji dalam memperjuangkan keadilan tidak lagi menggunakan kekerasan. Kekerasan hanya membawa kehancuran dan kerugian bagi diri sendiri. Ini menjadi pelajaran agar ke depan mereka dapat lebih berhasil di tengah-tengah masyarakat,” harapnya.

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

20 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

20 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

22 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

23 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

23 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

1 hari ago