News

Dorong Peran Akademisi, Prodi Sejarah Unkhair Usul Pembukaan Program Magister

Program Studi (Prodi) Sejarah Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Khairun (Unkhair) berencana mengusulkan pembukaan Program Magister (S2) Sejarah pada tahun 2027 mendatang.

Ketua Tim Pengusul Magister Sejarah Unkhair, Umi Barjiyah menyatakan langkah tersebut dilakukan sebagai upaya memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM) di bidang kesejarahan di Maluku Utara.

Ia menyebut, pihaknya telah membentuk tim untuk mempersiapkan dokumen pengusulan program tersebut.

“Saat ini kami sudah membentuk tim dan akan mulai menyiapkan dokumen pengusulan untuk diajukan pada 2027 nanti,” kata Umi kepada wartawan, Selasa, 19 Mei 2026.

Doktor lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) itu menargetkan proses pengusulan Program Magister Sejarah dapat terealisasi dalam dua tahun ke depan. Menurutnya, keberadaan program tersebut sangat dibutuhkan guna menjawab keterbatasan SDM bidang sejarah dan kebudayaan.

“Ini akan menjadi konsentrasi kami ke depan,” katanya.

Umi menilai Program Magister Sejarah memiliki peran penting bagi kawasan Indonesia Timur, khususnya Maluku Utara. Pasalnya, hingga kini belum terdapat program magister sejarah di sejumlah perguruan tinggi di kawasan timur Indonesia, termasuk di Universitas Hasanuddin (Unhas), Universitas Pattimura, maupun Unkhair sendiri.

Padahal kata dia, Maluku Utara memiliki banyak potensi sejarah, terutama peninggalan kolonial, yang membutuhkan dukungan SDM akademik dan peneliti di bidang kesejarahan.

“Langkah ini kami lakukan untuk menjawab tantangan kebutuhan SDM di Maluku Utara secara khusus dan Indonesia Timur secara umum,” tuturnya.

Sementara Sekretaris Tim Pengusul Magister Sejarah Unkhair, Jainul Yusup, menambahkan kebutuhan terhadap Program Magister Sejarah di Maluku Utara terus meningkat. Namun, hingga saat ini belum tersedia program studi tersebut, baik di Maluku Utara maupun wilayah Indonesia Timur lainnya.

“Karena itu kami mengambil langkah mendorong pembukaan Magister Sejarah. Sebab, ini sudah menjadi kebutuhan di Maluku Utara,” ujarnya.

Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni FIB itu berharap rencana pengusulan Program Magister Sejarah mendapat dukungan penuh dari pihak universitas. “Semoga langkah ini mendapat dukungan dan dapat terealisasi ke depannya,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

DPRD Morotai Setujui Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp20,17 Miliar

DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan…

38 menit ago

Koalisi Desak Prabowo Temui Warga Terdampak Industri Nikel di Halmahera

Koalisi Indonesia Timur untuk Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan mendesak Presiden Prabowo Subianto menemui…

5 jam ago

Formapas Malut Minta Penanganan Karhutla di Taliabu Secara Terpadu dan Berbasis Mitigasi

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Pulau Taliabu, Maluku Utara, mendapat perhatian serius. Kobaran…

15 jam ago

DKP Morotai Buka Pendampingan Perizinan Rumpon bagi Kelompok Nelayan

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Maluku Utara, membuka pendampingan bagi kelompok nelayan, Kelompok…

19 jam ago

AKP Joy Sianipar, Perwira Polda Maluku Utara yang Fokus Lindungi Anak

Nama AKP Joy Ananda Putra Sianipar, S.I.K., kini cukup dikenal dalam penanganan kasus tindak pidana…

21 jam ago

Pasang Baliho Sambut Kapolda, Warga Bido Morotai Meninggal Akibat Tersengat Listrik

Niat memasang baliho untuk menyambut kunjungan Kapolda Maluku Utara berujung petaka. Samuel Lagau (60), warga…

21 jam ago