News

Dugaan Kasus Judol Sekda Morotai Akan Dilaporkan ke Mabes Polri dan Mendagri

Komite Perjuangan Rakyat (Kopra Institute) akan melaporkan dugaan praktik judi online (judol) yang menyeret Sekretaris Daerah (Sekda) Pulau Morotai, Muhammad Umar Ali, ke Mabes Polri dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Direktur Kopra Institute, Faisal Habeba, mengatakan langkah pelaporan ini diambil karena penanganan di daerah belum memberikan kepastian di tengah sorotan publik terhadap kasus tersebut.

“Judol ini kami laporkan ke Mabes Polri dan Kemendagri, lengkap dengan bukti-bukti. Kami tidak ingin kasus ini berhenti di daerah tanpa kepastian,” tegas Faisal, Rabu, 29 April 2026.

Baca Juga: Diduga Terlibat Judol, Sekda Morotai Diperiksa BKD

Menurutnya, laporan ke pusat merupakan langkah untuk memastikan proses penanganan berjalan objektif dan tidak dipengaruhi oleh kepentingan tertentu. Ia juga mengingatkan agar pemerintah daerah tidak melindungi pihak yang diduga terlibat.

“Pemda jangan main-main melindungi orang nomor tiga tersebut. Kode etik ASN itu jelas dan harus ditegakkan tanpa pandang jabatan,” ujarnya.

Selain dugaan judol, ia juga menyoroti proses pemeriksaan oleh inspektorat terkait pengelolaan dana Badan Usaha Milk Desa (BumDes). Ia meminta agar audit dilakukan secara menyeluruh dan tidak bersifat parsial.

“Kalau mau bicara keadilan dan kejujuran, maka seluruh 88 desa di Morotai juga harus diperiksa. Jangan tebang pilih,” katanya.

Meski demikian, Faisal bilang, dirinya bersikap koperatif dan siap bertanggung jawab.

Dalam kesempatan itu juga, ia mendesak Bupati Morotai, Rusli Sibua, dan Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk segera mengumumkan hasil pemeriksaan terhadap Umar Ali secara terbuka.

“Kami minta hasil pemeriksaan disampaikan secara transparan ke publik. Ini penting dalam menjaga kepercayaan masyarakat soal sejauh mana profesionalitas itu dijalankan,” ujarnya.

Ia bahkan meminta agar bupati mengambil langkah tegas dengan menonaktifkan sementara Sekda selama proses pemeriksaan berlangsung guna menjaga objektivitas.

“Jika diperlukan, Sekda harus dinonaktifkan sementara agar tidak terjadi konflik kepentingan dalam proses pemeriksaan,” tutupnya.

Sementara itu, hingga berita ini ditayangkan, pihak BKD Morotai belum memberikan keterangan resmi terkait perkembangan pemeriksaan maupun hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap yang bersangkutan.

redaksi

Recent Posts

Sambut Hardiknas, Ratusan Pelajar Meriahkan Lomba Gerak Jalan di Morotai

Ratusan pelajar dari berbagai sekolah di Pulau Morotai, Maluku Utara turut ambil bagian dalam lomba…

2 jam ago

Pemkab Perketat Sektor Pajak Tempat Hiburan Malam di Morotai

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara melalui Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD)…

2 jam ago

Tingkatkan Pengawasan, Imigrasi Ternate Perkuat Sinergi Lewat Program Kelurahan Binaan

Kantor Imigrasi Kelas I TPI Ternate menggelar sosialisasi program Desa/Kelurahan Binaan Imigrasi yang dirangkaikan dengan…

18 jam ago

Puluhan Pelajar Terjaring Razia Saat Main Biliar di Jam Sekolah, Polisi Tegur Pemilik Usaha

Polsek Tobelo, Kabupaten Halmahera Utara, mengamankan puluhan pelajar yang kedapatan bermain biliar saat jam belajar…

21 jam ago

Tanam Ganja di Pekarangan Rumah Adat Hibualamo, Seorang Pemuda Dibekuk Polisi

Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Halmahera Utara menangkap seorang pemuda berinisial RP alias Roma (38)…

1 hari ago

Konflik Sebagai Panggung: Membaca Kebijakan dan Gestur di Balik Reaksi Publik

Oleh: M Fauzi Ngongano (Mahasiswa aktif Universitas Pasifik Pulau Morotai) DALAM kehidupan sosial, konflik kerap…

1 hari ago