Kelapa yang diolah jadi kopra. Foto: Istimewa
Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terus memantau harga komoditi olahan kelapa jenis kopra di wilayah setempat yang naik signifikan.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Nyoter Koenoe mengatakan, harga terakhir komoditi kopra per 17 September 2024 menginjak Rp 11.800 kilogram.
“Kami update terus perkembangan harga kopra per minggu, dan saat ini sudah di angka Rp 11.800,” kata Nyoter, Rabu, 18 September 2024.
Ia mengaku Pemda melalui Disperindag terus melakukan pantauan sehingga tengkulak tidak bermain harga. Dengan demikian kesejahteraan petani kopra bisa disesuaikan dengan harga yang ada.
“Melalui program daerah, kami terus pantau harga komoditi mulai dari kopra, pala, cengkih, bahkan hingga harga kebutuhan pokok,” katanya.
Harga kopra tertinggi saat ini diketahui di angka Rp 11.800 per kilogram, dan terendah di angka Rp 10.400 per kilogram.
Sementara, harga komoditi lain seperti pala kering tertinggi Rp 90.000 perkilogram, paling rendah Rp 85.000. Bunga pala tertinggi Rp 215.000 per kilogram, terendah Rp. 210.000 perkilogram. Dan komoditi cengkih, harga tertinggi Rp 92.000 per kilogram dan terendah Rp 88.000 perkilogram.
Dinas Pendidikan Pulau Morotai, Maluku Utara mencatat total Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tahap pertama…
Oleh: Andy Hadiyanto RAMADAN dalam ajaran Islam bukan sekadar peristiwa kalender, melainkan peristiwa spiritual yang…
Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Kota Ternate memfinalisasi dua Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) usulan Pemerintah…
Dinas Pendidikan (Disdik) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyampaikan penjelasan terkait sejumlah barang pengadaan berupa mobiler…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa Sekretaris Daerah Provinsi (Sekprov) Maluku Utara, Samsuddin A.…
Satuan Tugas (Satgas) Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan di Maluku Utara…