News

Harga Tomat di Ternate Melonjak, Bawang dan Rica Menurun

Kenaikan harga tomat mulai terasa di sejumlah pasar Kota Ternate. Pemantauan di lapangan pada Senin, 19 Januari 2026, menunjukkan lonjakan harga yang sejalan dengan data resmi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate.

Berdasarkan data Disperindag Kota Ternate per 12 Januari 2026, harga tomat naik dari Rp12.000 menjadi Rp15.000 per kilogram. Sementara itu, harga bawang putih tetap stabil, bawang merah justru turun dari Rp75.000 menjadi Rp70.000 per kilogram, dan rica (cabai) turun dari Rp35.000 menjadi Rp30.000 per kilogram. Perbedaan ini menunjukkan fluktuasi harga komoditas bawang, rica, tomat (Barito) masih terbatas dan belum merata di seluruh pasar.

Kenaikan harga tomat ini dirasakan langsung oleh para pedagang. Amat, pedagang sayur di Pasar Gamalama, menyebutkan harga tomat kini mencapai Rp16.000 per kilogram.

“Iya, memang naik. Sekarang harganya Rp16.000,” kata Amat. Ia menambahkan bahwa kenaikan harga tomat biasanya terjadi menjelang bulan puasa. Lonjakan harga umumnya mulai terasa setelah pertengahan Februari, seiring meningkatnya permintaan masyarakat.

“Kalau harga Barito biasanya naik di tanggal dua puluh lewat, sekitar tanggal dua puluh empat. Sekarang masih standar, tapi kalau sudah dekat puasa bisa naik sampai Rp24.000,” ujar Amat.

Keterangan serupa disampaikan Om Is, pedagang di Pasar Bastiong. Ia menekankan bahwa tomat merupakan salah satu komoditas yang paling cepat mengalami perubahan harga, meski pasokan dari daerah asal masih lancar.

“Harga tomat sudah mulai naik sedikit. Stok masih ada, tapi kalau sudah dekat puasa biasanya rica dan bawang juga ikut naik,” jelas Om Is.

Sementara itu, Nia, pedagang di Pasar Dufa-Dufa, menambahkan, distribusi komoditas Barito masih berjalan normal. Namun, ia mengakui harga tetap bergerak naik menjelang bulan puasa.

“Stok Barito masih lancar masuk. Tapi kalau sudah dekat bulan puasa, harga tetap naik,” ujar Ibu Nia.

Meski harga tomat mulai naik, aktivitas jual beli di pasar tradisional Kota Ternate masih berlangsung normal, dan belum ada keluhan berarti dari konsumen.

Disperindag mencatat, selain tomat, sebagian besar komoditas kebutuhan pokok lainnya masih stabil. Namun, kenaikan harga tomat ini menjadi indikator awal pergerakan harga pangan menjelang meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan puasa.

redaksi

Recent Posts

Ambulans Dipinjamkan, Direktur RSUD Mudaffar Sjah Morotai Pastikan Rujukan Tetap Dilayani

Anhar Tofure, Direktur RSUD Sultan Mudaffar Sjah, Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan pelayanan rujukan pasien…

5 jam ago

Pemkot Ternate Siapkan Lokasi Khusus Pedagang Coffee Street yang Pakai Motor Listrik

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai menyiapkan skema penataan pedagang coffee street yang menggunakan sepeda…

5 jam ago

Temui Buruh Pelabuhan Ahmad Yani, Kapolda Malut Ingatkan Bahaya Narkoba

Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak para pekerja Tenaga Kerja…

5 jam ago

Jaga Stok Obat Tetap Tersedia, Dinkes Morotai Benahi Perencanaan Farmasi

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara memperkuat tata kelola pengelolaan obat…

6 jam ago

Pemkot Ternate Target PAD Baru, Masalah Sampah Belum Tuntas

Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai mencari sumber pendapatan baru di tengah berkurangnya alokasi transfer…

6 jam ago

732 Warga Taliabu Pindah Domisili, Terbanyak untuk cari Kerja

Sebanyak 732 warga Pulau Taliabu, Maluku Utara, memilih pindah domisili. Dari angka itu, 496 orang…

18 jam ago