Dinkes-KB Morotai gelar bimtek dan monev pengelolaan obat serta penyusunan rencana kebutuhan obat di aula Hotel Perdana. Foto: Istimewa.
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara memperkuat tata kelola pengelolaan obat melalui kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) dan Monitoring Evaluasi (Monev) Pengelolaan Obat serta Penyusunan Rencana Kebutuhan Obat (RKO).
Kegiatan yang berlangsung di Hotel Perdana Morotai tersebut diarahkan untuk meningkatkan kemampuan tenaga penanggung jawab farmasi dalam mengelola kebutuhan obat, mulai dari tahap perencanaan, pengadaan hingga pendistribusian ke fasilitas pelayanan kesehatan.
Sekretaris Dinas Kesehatan Morotai, dr. Tony, mengatakan perencanaan kebutuhan obat menjadi bagian penting dalam menjamin ketersediaan persediaan sesuai kebutuhan pelayanan masyarakat.
Menurutnya, penyusunan RKO tidak boleh dilakukan sekadar berdasarkan perkiraan. Setiap fasilitas kesehatan perlu memperhitungkan kebutuhan riil agar pengadaan dan penyaluran obat berjalan lebih efektif serta tepat sasaran.
“Perencanaan kebutuhan obat yang tepat menjadi salah satu faktor utama dalam menjamin ketersediaan obat sesuai kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujarnya, Rabu, 4 November 2026.
Ia bilang, perhitungan yang cermat dapat membantu mengurangi risiko kekurangan maupun kelebihan stok. Dengan begitu, pengelolaan persediaan dapat berlangsung lebih efisien dan sesuai prosedur yang berlaku.
“Bimtek dan Monev tersebut diikuti para penanggung jawab farmasi dari seluruh Puskesmas, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), serta Dinas Kesehatan Morotai,” katanya.
“Untuk materi kegiatan menghadirkan narasumber dari Kementerian Kesehatan, khususnya bidang yang menangani kefarmasian dan perbekalan kesehatan,” tambahnya.
Selain itu, kata dia, turut hadir perwakilan Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Utara melalui penanggung jawab obat dan Bahan Medis Habis Pakai (BMHP).
“Melalui kegiatan ini, kami mendorong para pengelola farmasi agar menyusun RKO berdasarkan kebutuhan masing-masing fasilitas kesehatan,” tutupnya.
Penulis: Aswan Kharie
Anhar Tofure, Direktur RSUD Sultan Mudaffar Sjah, Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan pelayanan rujukan pasien…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai menyiapkan skema penataan pedagang coffee street yang menggunakan sepeda…
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak para pekerja Tenaga Kerja…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai mencari sumber pendapatan baru di tengah berkurangnya alokasi transfer…
Sebanyak 732 warga Pulau Taliabu, Maluku Utara, memilih pindah domisili. Dari angka itu, 496 orang…
Pasien yang memilih pulang paksa atau meninggalkan rumah sakit atas permintaan sendiri tidak otomatis kehilangan…