News

HMI Desak Kejari Kepulauan Sula Periksa Mantan Kepala Inspektorat

HMI Cabang Sanana mendesak Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula, Maluku Utara, memeriksa mantan Kepala Inspektorat berinsial KM.

KM diduga menggelapkan anggaran pengawasan senilai Rp 1,137.736.028,00 yang bersumber dari dokumen RKA lingkup Inspektorat tahun 2022.

“Kejari harus periksa yang bersangkutan. Oknum-oknum yang merugikan daerah harus disingkirkan dari Sula,” ujar Sekretaris Umum HMI Sanana, Sofyan Sangadji, Senin, 19 Juni 2023.

Menurutnya, jika Kejari tidak bertindak melakukan pemeriksaan terhadap KM, maka bisa dinilai Kejari Kepulauan Sula bersekongkol dengan oknum tersebut.

Namun, Kepala Kejari Kepulauan Sula, Immanuel Richendryhot, mengaku tidak tahu ada dugaan kasus penggelapan anggaran pengawasan pada Inspektorat.

“Saya tidak tahu kasus itu. Penggelapan anggaran pengawasan yang melibatkan KM itu tahun berapa? Jujur saja saya tahu,” kata Immanuel.

Sebelumya, salah satu aktivis di Kepulauan Sula, Salamun Selpia, mengatakan, jika dilihat dari masa berlaku surat tugas yang diterbitkan, jika dibandingkan pada saat pencairan maka surat tugas itu telah kedaluarsa.

“Bagaimana mungkin tugasnya di tanggal 3 April dan di Juni ini baru action. Sudah pasti ada indikasi dugaan penyalahgunaan anggaran pengawasan pada Inspektorat, ” kata Salamun, pada Sabtu, 10 Juni 2023.

Menurutnya, jika saja ditelusuri, maka dipastikan oknum tersebut bergerak berdasarkan surat tugas yang baru. “Karena surat tugas itu sangat jelas,” katanya.

Sebab, yang menandatangani surat tersebut adalah oleh Plt Kepala Inspektorat Kepulauan Sula, Siti Mutiara Neovita.

“Tapi kenapa pada surat tugasnya masih ditandatangani oleh mantan Kepala Inspektorat sebelumnya, yaitu KM,” ujarnya.

Salamun menduga, keterlibatan KM di Pemda Kepulauan Sula untuk menghancurkan elektabilitas Bupati dan Wakil Bupati saat ini, yakni Fifian Adeningsih Mus dan M Saleh Marasabessy.

“Jika mereka gunakan anggaran tahun 2022, dan pelaksanaannya pada April atau Juni 2023, berarti sudah lewat tahun anggaran,” ujarnya.

Sebaliknya, sambung Salamun, jika mereka berdalih itu anggaran 2023, maka akan menimbulkan pertanyaan baru, bahwa anggaran pemeriksaan 2022 dikemanakan.

Salah satu kepala desa di Sula yang enggan namanya dipublish menuturkan, selama 2022, Inspektorat tidak pernah melakukan pemeriksaan pengelolaan DD dan ADD.

“Belum pernah ada yang datang melakukan pemeriksaan dana desa dan alokasi dana desa dari Inspektorat selama 2022,” tandasnya.

___________

Penulis: La Ode Hizrat Kasim

Editor : Nurkholis Lamaau

redaksi

Recent Posts

BPBD Maluku Utara Buat Imbauan Soal Peringatan Cuaca ekstrim Hingga Februari 2026

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Maluku Utara mengimbau pada seluruh pemerintah di kabupaten dan kota…

4 jam ago

Ratusan Personel Polda Maluku Utara Terima Tanda Kehormatan dari Presiden Prabowo

Sebanyak ratusan anggota Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara menerima penghargaan Tanda Kehormatan dari Presiden Republik…

5 jam ago

Hadiri Rakornas Keuangan Daerah, Bupati Haltim Tegaskan Komitmen Akuntabilitas APBD

Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, didampingi Sekretaris Daerah Ricky Chairul Richfat, menghadiri Rapat Koordinasi Nasional…

5 jam ago

Kadisperindag Nonaktif Konsultasi Proses Hukum Proyek Cold Storage ke Polda Malut

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Maluku Utara nonaktif, Yudhitya Wahab, mendatangi Direktorat Reserse…

8 jam ago

Pemkab Morotai Kembali Raih Penghargaan UHC Award 2026

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara kembali meraih apresiasi tingkat nasional atas komitmennya dalam…

8 jam ago

Iqbal Ruray: Pemprov Malut Harus Optimalkan Pendapatan Daerah

Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara, Iqbal Ruray, meminta pemerintah daerah segera menyelesaikan kewajiban keuangan daerah…

8 jam ago