Antrean mobil di pelabuhan Ferry Tobelo. Kamis, 26 Februari 2026. Foto: Hasrillah Tari/cermat
“Uang masuk Rp10 ribu,” pinta seorang petugas di Pelabuhan Ferry, Desa Gorua, Tobelo, Halmahera Utara, saat mobil kami akan menaiki Kapal Ferry tujuan Pulau Morotai, Kamis pagi, 26 Februari 2026.
Saya yang mendengar itu, terbangun saat Hasrillah, yang saat itu menyetir mobil, membuka jendela lalu menyodorkan Rp10 ribu ke petugas itu–ia mengenakan kaos kerah. Ada tulisan Dishub.
Karena kaget, dan mobil sudah terlanjur berjalan masuk ke kapal, saya tidak sempat menanyakan, kejelasan “uang masuk kapal Ferry” yang diminta petugas itu. Saya hanya sempat mendokumentasikan foto petugas tersebut saat hendak meminta ke mobil yang lain, di belakang mobil kami.
**
Pagi itu, sebelum kejadian, saya, Hasrillah, dan Amo baru saja melakukan aktivitas membuat film dokumenter di Pulau Kakara dan hendak ke Kampung Cina di Kota Tobelo. Sekira pukul 6.30 WIT, saya meminta Hasrillah lebih duluan ke Pelabuhan Ferry di Desa Gorua, agar mobil yang kami tumpangi dapat bagian untuk naik ke kapal dan menyeberang ke Pulau Morotai.
Sementara, Amo dan saya, masih beres-beres barang, lalu menyusul menaiki Bentor (becak Motor) ke Pelabuhan Ferry.
“Feri Morotai so ada. Tpi dorg msih mo ba muat Fery Subaim punya. Slesai bru Morotai. (Kapal Ferry dari Morotai sudah tiba. Tapi mereka lagi aktivitas bongkar-muat untuk Ferry tujuan Subaim. Selesai itu, Ferry tujuan Morotai),” Hasrillah mengirim pesan melalui aplikasi, ke saya, pada pukul 08.03 WIT. Kapal Ferry tujuan Morotai memang akan berangkat pada pukul 09.
Hasrillah pun mengirim harga tiket kapal dari Perusahaan Penyeberangan PT ASDP Indonesia Ferry untuk kendaraan Golongan IV. Harganya Rp494.000, yang terbagi dari: Jasa Angkutan Rp492.000 dan Jasa Asuransi Rp2.000. Sementara Karcis Pas Masuk Pelabuhan Rp3.000.
Saya dan Amo tiba di Pelabuhan. Kami beli tiket di loket. Harga tiket perorang Rp44.000 ditambah karcis masuk Rp3.000. Tak lama. Setelah beli tiket, kami menuju ke mobil, yang sudah parkir di jembatan tak jauh dari kapal. Ada dua petugas berjaga sebelum melewati jembatan itu. Satunya berseragam Disub. Satunya berseragam polisi. Saya dan Amo melewati mereka, sekitar 20 langkah, kami sampai dan masuk ke mobil.
Saya duduk di kursi depan. Samping kiri Hasrillah yang sedang menyetir. Sementara, Amo di kursi tengah. Karena ngantuk, saya tertidur. Begitu juga Amo. Hasrillah menjalankan mobil menuju masuk kapal. Tetiba ia buka jendela. Saya terbangun. Setengah sadar. Hasrillah menyodorkan uang Rp 10ribu ke petugas, lalu menutup jendela.
***
Mobil kami masuk ke Kapal Ferry. Dua petugas mengatur posisi mobil. Suara mereka seperti membentak. “Buka jendela! Saya sudah bilang, lebih kekiri,” bentak petugas berkali-kali. Padahal, saya melihat langsung. Hasrillah baru masuk. Seharusnya petugas itu mengarahkan dengan baik.
Mendengar itu, saya juga menegur dua petugas dengan suara keras juga. “Kalau mengarahkan mobil dengan nada bicara yang baik. Tidak perlu bentak-bentak orang,” kata saja. Dua petugas terdiam. Tidak membentak lagi.
***
Kejadian diminta Rp10 ribu yang katanya “Uang masuk”, saya upload ke Facebook. Karena merasa ganjil dan ingin mencari tahu informasi awal; apakah ada yang diperlakukan seperti itu sebelumnya?
Berbagai komentar pun berdatangan di beranda saya. Ada yang mengaku, membayar Rp30 ribu, untuk kendaraan truk dan mobil lintas lainnya. Ada yang bilang itu pungli. Ada juga akun yang menjelaskan kalau itu uang parkir. Jika mobil diparkir dari semalam sebelum keberangkatan.
—
Bersambung…
Selamat menjalankan ibadah puasa. Hari ini, Kamis, 26 Februari 2026 adalah hari kedelapan ibadah pada…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, merespons aspirasi masyarakat Kelurahan Dufa-Dufa, Ternate Utara, menyusul kebijakan KSOP…
Setelah sempat tidak berfungsi akibat kerusakan mesin pompa dan jaringan pipa, fasilitas air bersih di…
Menjelang libur panjang Ramadan dan Idulfitri, BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Pulau Morotai, Maluku Utara…
Perubahan sistem operasional kapal di Pelabuhan Sultan Mudjafar Syah II, Dufa-Dufa, Kota Ternate, Maluku Utara,…
Anggota DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, Moh Akbar Mangoda, meminta Polres Morotai tidak hanya fokus…