Categories: News

Pengakuan 5 Pelajar di Morotai yang Jadi Korban Dugaan Asusila Oknum ASN

Lima orang pelajar di Pulau Morotai, Maluku Utara, yang jadi korban dugaan asusila oleh oknum ASN Kesbangpol akhirnya membeberkan sejumlah pengakuan.

Para korban mengaku mengalami tindakan tidak pantas sejak tahun 2025, namun sekarang baru berani melapor ke polisi.

Salah satu korban menyebut, peristiwa yang dialaminya terjadi sejak November 2025. Ia mengaku memilih diam cukup lama sebelum akhirnya memberanikan diri untuk melapor.

“Kalau saya itu di bulan November 2025 lalu, cuma baru lapor sekarang. Tapi kalau teman saya dari Posi-Posi Rao, itu baru tadi malam kejadiannya,” ujar dia saat ditemui di SPKT Polres Morotai, Senin, 13 April 2026.

Korban juga mengungkapkan adanya tekanan yang dilakukan pelaku terhadap pelajar lain. Dalam beberapa kasus, pelaku disebut menggunakan iming-iming kelulusan dalam seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka atau Paskibraka.

“Kalau di torang (kami) memang tidak ada janji, tapi yang teman kami itu dijanjikan tetap lolos Paskibraka, dengan alasan harus ikuti maunya,” katanya.

Saat diminta menjelaskan maksud dari mengikuti kemauan tersebut, kata korban, tindakan yang dilakukan sudah mengarah pada perbuatan tidak pantas.

“Dia hanya mau pegang, dengan jaminan kami tetap lolos. Itu hampir kena bagian sensitif,” ungkapnya.

Pengakuan serupa juga disampaikan korban lainnya yang tak ingin namanya disebutkan. Dirinya mengaku sempat diajak menonton konten tidak pantas sebelum pelaku berusaha melakukan tindakan serupa.

“Di saya itu dia kasih nonton saya video tidak pantas. Dia bilang kalau sudah begitu, baru dia mau lakukan. Tapi saya langsung bilang ibu saya telepon, lalu saya pergi dari situ,” ujarnya.

Ia juga menyebut, kejadian tersebut berlangsung di salah satu fasilitas umun, yakni kawasan Islamic Center pada malam hari. “Di Islamic Center tapi malam,” katanya.

 

redaksi

Recent Posts

Budaya Jadi Panggung, Tanah Adat Dikorbankan

Oleh: Lukman Harun Setiap tahun, Maluku Utara seolah memiliki panggung kebudayaannya sendiri. Pakaian adat dengan…

15 jam ago

Soal Insiden Kebakaran Ban Bekas, IWIP: Kami Paham Warga Khawatir

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memberikan klarifikasi terkait kebakaran di area pengelolaan limbah…

17 jam ago

Uang Rp1,9 Miliar Dugaan Korupsi Dikembalikan, Aliong Mus Tetap Masih Tersangka

Mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, mengembalikan uang yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi…

17 jam ago

Tiga Buku, Satu Jejaring Gagasan Nasaruddin Umar

Tiga buku yang mengulas pemikiran Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, menjadi bahan bedah…

17 jam ago

Kebakaran Melanda Perkebunan di Kao Teluk, ERT NHM Turun Tangan

Kebakaran melanda area perkebunan di Desa Makaeling, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara,…

17 jam ago

Gelapkan Rp2,5 Miliar Dana Umrah, Polda Malut Tetapkan Manajer PT Betteravel sebagai Tersangka

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara menetapkan Manajer Operasional PT Betteravel Indonesia Perkasa…

20 jam ago