News

Tiga Buku, Satu Jejaring Gagasan Nasaruddin Umar

Tiga buku yang mengulas pemikiran Menteri Agama RI, Prof. Dr. Nasaruddin Umar, menjadi bahan bedah buku dalam rangkaian Dies Natalis ke-60 IAIN Ternate, pada Senin, 31 Agustus 2026.

Diskusi ini menghadirkan akademisi sosiologi Muhammadiyah Maluku Utara Herman Oesman, Guru Besar Fiqih Siyasah Jubair Situmorang, dan Guru Besar Antropolinguistik Universitas Khairun Ternate Gufran Ali Ibrahim. Diskusi dimoderatori Agus SB.

Herman Oesman membedah buku Artikel dan Opini Pilihan Profesor Nasaruddin Umar. Menurutnya, buku setebal 378 halaman itu bukan sekadar kumpulan tulisan, melainkan rekaman perjalanan intelektual Nasaruddin Umar sebagai ulama, akademisi, dan negarawan.

Ia menilai pemikiran Nasaruddin Umar relevan dengan berbagai persoalan masyarakat, mulai dari Islam moderat, toleransi, kemajemukan, keadilan, gender, hingga lingkungan.

“Seorang intelektual memiliki tanggung jawab moral untuk menghadirkan gagasan ke ruang publik, bukan hanya di ruang akademik,” ujar Herman, mengutip pemikiran Edward Said.

Sementara Jubair Situmorang menggunakan pendekatan Verstehen untuk membaca makna di balik teks. Ia menilai pemikiran Nasaruddin Umar menarik dikaji karena tidak berhenti di ruang akademik, tetapi telah bersentuhan langsung dengan kebijakan publik sebagai Menteri Agama.

“Pemikiran seorang akademisi biasanya hanya diperdebatkan dalam ruang teori. Tetapi Prof. Nasaruddin Umar selain seorang akademisi juga seorang birokrat dan Menteri Agama,” katanya.

Adapun Gufran Ali Ibrahim membaca buku Simpul Pemikiran Prof. Nasaruddin Umar melalui pendekatan linguistik dan intertekstualitas. Ia menemukan tiga tema utama yang menjadi simpul gagasan, yakni gender, kurikulum cinta, dan ekoteologi.

Menurut Gufran, ketiga tema tersebut saling berkelindan dan membentuk jejaring pemikiran Nasaruddin Umar yang dapat terus dikaji dalam konteks perubahan sosial.

Bedah buku ini menjadi ruang akademik bagi sivitas IAIN Ternate untuk membaca ulang dan menguji pemikiran Nasaruddin Umar, khususnya terkait Islam, kemanusiaan, kebangsaan, gender, dan lingkungan.

redaksi

Recent Posts

Budaya Jadi Panggung, Tanah Adat Dikorbankan

Oleh: Lukman Harun Setiap tahun, Maluku Utara seolah memiliki panggung kebudayaannya sendiri. Pakaian adat dengan…

10 menit ago

Soal Insiden Kebakaran Ban Bekas, IWIP: Kami Paham Warga Khawatir

PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memberikan klarifikasi terkait kebakaran di area pengelolaan limbah…

1 jam ago

Uang Rp1,9 Miliar Dugaan Korupsi Dikembalikan, Aliong Mus Tetap Masih Tersangka

Mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, mengembalikan uang yang diduga merupakan hasil tindak pidana korupsi…

2 jam ago

Kebakaran Melanda Perkebunan di Kao Teluk, ERT NHM Turun Tangan

Kebakaran melanda area perkebunan di Desa Makaeling, Kecamatan Kao Teluk, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara,…

2 jam ago

Gelapkan Rp2,5 Miliar Dana Umrah, Polda Malut Tetapkan Manajer PT Betteravel sebagai Tersangka

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara menetapkan Manajer Operasional PT Betteravel Indonesia Perkasa…

5 jam ago

Kebakaran di Penampungan Ban Bekas PT IWIP, Polisi Selidiki Penyebabnya

Kebakaran melanda area penampungan tumpukan ban bekas di kawasan industri PT Indonesia Weda Bay Industrial…

6 jam ago