Kepala Badan Intelijen Negara, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra bersama Kepala Staf Umum TNI, Richard Taruli Horja Tampubolon, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, menyusuri jejak sejarah di banteng Oranje Kota Ternate. Foto: Istimewa
Kunjungan kerja ke Maluku Utara menjadi pengalaman berkesan bagi Kepala Badan Intelijen Negara, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Muhammad Herindra. Bersama Kepala Staf Umum TNI, Richard Taruli Horja Tampubolon, dan Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, ia menyusuri jejak sejarah di jantung Kota Ternate, Rabu, 14 April 2026.
Rombongan mengunjungi sejumlah situs bersejarah, mulai dari Benteng Oranje, Museum Sejarah Ternate, Museum Alfred Russel Wallace, hingga Museum Rempah-Rempah Kota Ternate. Setibanya di lokasi, mereka disambut langsung oleh Sekretaris Dinas Kebudayaan Kota Ternate sekaligus Kepala Museum, Rinto Taib, yang memandu perjalanan menelusuri kisah masa lalu.
Bagi Rinto, kehadiran para pejabat negara tersebut merupakan kehormatan besar. Ia menilai kunjungan ini bukan sekadar agenda resmi, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi dan berbagi pengetahuan tentang warisan sejarah yang sarat makna bagi perjuangan bangsa Indonesia melawan kolonialisme.
Di hadapan rombongan, Rinto mengisahkan bagaimana Ternate pernah menjadi pusat perdagangan rempah dunia. Benteng Oranje, jelasnya, dahulu dimanfaatkan VOC sebagai pusat kendali perdagangan global. Kini, jejak kejayaan sekaligus luka sejarah itu masih dapat disaksikan melalui tinggalan arkeologis dan arsitektur kolonial yang kokoh berdiri sebagai saksi zaman.
Penjelasan tersebut tampak memikat perhatian Kepala BIN. Ia terlihat antusias mengamati berbagai detail peninggalan sejarah, mulai dari inskripsi di dinding benteng hingga situs makam istri seorang gubernur jenderal VOC yang menyimpan kisah misterius di salah satu sudut Museum Alfred Russel Wallace.
Suasana museum pun terasa hidup. Puluhan pengunjung tampak memadati area, menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap sejarah Ternate. Museum ini sendiri baru diresmikan oleh Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, pada November 2025 lalu.
Setelah berkeliling, rombongan menikmati kuliner khas Ternate di teras museum. Sajian pisang goreng “Mulu Bebe” dan Air Guraka, minuman jahe kenari hangat, menjadi penutup yang manis sebelum mereka meninggalkan Benteng Oranje menjelang siang untuk kembali ke Jakarta.
Menutup kunjungan tersebut, Rinto berharap momentum ini dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam memajukan kebudayaan Indonesia. Ia optimistis, kekayaan sejarah yang dimiliki bangsa akan terus menjadi inspirasi bagi generasi masa kini dan mendatang.
Upaya Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Ake Gaale akhirnya berbuah hasil—mengakhiri krisis air bersih selama 20…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, akan meninjau lima lokasi penambangan pasir dan batuan…
Kawasan wisata Pantai Sulamadaha, Kota Ternate, resmi menjadi Kawasan Siap QRIS. Bank Indonesia (BI) Maluku…
Partai Gerindra menyatakan mematuhi keputusan badan kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate terkait pemberhentian Nurjaya Hi…
Jaksa Agung RI ST Burhanuddin resmi melantik Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)…
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengklaim angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,59 persen mengalami…