News

Kesultanan Ternate dan Tiga Pemda Hibahkan Lahan ke BNN

Selain dianugerahi gelar Kapita La Malaha, Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, juga menerima lahan hibah dari Kesultanan Ternate.

Lahan seluas 2 hektare di Sidangoli Gam, Kabupaten Halmahera Barat, itu diperuntukkan untuk pembangunan gedung rehabilitasi.

Sultan Ternate, Hidayatullah Sjah, mengatakan lahan yang dihibahkan itu sudah menjadi tradisi Kesultanan Ternate untuk orang yang membutuhkan.

“Karena tanah di wilayah Kesultanan Ternate ini adalah milik Tuhan yang maha kuasa, dan pihak kesultanan hanya dapat mengatur sesuai hukum adat,” ujarnya, Selasa, 13 Juni 2023.

Sultan menjelaskan, tanah dalam hukum adat Kesultanan Ternate disebut aha kolano. “Siapa pun yang mau mengelola harus izin sultan,” jelasnya.

Selain itu, lanjut Sultan, ada juga aha soa. Di mana, hak penggunaannya diatur oleh kepala marga atau ketua adat di setiap perkampungan.

“Terakhir namanya aha cucatu. Statusnya milik pribadi, baik dari kalangan rakyat biasa maupun pemangku adat,” jelasnya.

Kepala Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, menerima lahan hibah dari Kesultanan Ternate. Foto: Nurkholis Lamaau/cermat

Terkait hak mengelola dalam konteks undang-undang agraria seperti hak guna bangunan dan hak guna usaha, pun berlaku dalam hukum adat.

“Namanya hak jurame dan hak hoho tamako ma ace. Tapi itu juga belum dapat dikatakan hak milik,” jelas Sultan Ternate ke 49 ini.

Untuk dikonfirmasi menjadi hak milik seperti yang diberikan ke BNN dalam bentuk hibah, kata Sultan, adalah hak cucatu.

“Nantinya akan dibawa ke Badan Pertanahan Nasional untuk dikonfirmasi menjadi hak milik,” jelasnya.

Sultan berharap, ke depan gedung regabilitasi yang dibangun di Sidangoli dapat menyerap masyarakat sekitar untuk bekerja. “Mungkin bisa jadi bersih-bersih lantai dan lain-lain,” ucapnya.

Kepala BNN RI, Komjen Pol Petrus Reinhard Golose, mengatakan pembangunan gedung rehabilitasi akan dilihat dari kemampuan anggaran negara.

“Kami akan merencanakan itu semua. Yang pasti untuk pembangunannya saya masih harus diskusikan dengan Kementerian terkait,” katanya.

Selain menerima hibah tanah dari Kesultanan Ternate, Kepala BNN RI juga menerima hibah tanah dari tiga pemerintah kabupaten lainnya.

Mulai dari Bupati Halmahera Selatan yang menghibahkan lahan seluas 5.000 meter persegi. Kemudian Bupati Halmahera Timur dengan lahan seluas 5.404 meter persergi.

Sedangkan Bupati Halmahera Barat menghibahkan 1 hektare lahan kepada Kepala BNNP Malut, Brigadir Jenderal Polisi Agus Rohmat.

redaksi

Recent Posts

Gerindra Patuhi Putusan BK DPRD, Siapkan Proses PAW Nurjaya Ibrahim

Partai Gerindra menyatakan mematuhi keputusan badan kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate terkait pemberhentian Nurjaya Hi…

9 jam ago

Jaksa Agung Lantik Roberthus Tacoy sebagai Kajati Malut, Sufari Dipromosi ke Jamwas

Jaksa Agung RI ST Burhanuddin resmi melantik Roberthus Melchisedek Tacoy sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati)…

10 jam ago

Pemprov Klaim Kemiskinan di Malut Menurun Berkat Pengentasan

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara mengklaim angka kemiskinan pada Maret 2026 sebesar 5,59 persen mengalami…

14 jam ago

Pagar Dibongkar TNI AU, Warga Pemilik Lahan Lingkar Bandara Morotai Protes

Sengketa lahan di kawasan lingkar Bandara Desa Darame, Kecamatan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara…

17 jam ago

Kuasa Hukum Nurjaya Ajukan Keberatan soal Putusan BK DPRD Ternate

Putusan Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Ternate yang menyatakan Nurjaya Hi Ibrahim melanggar kode etik…

18 jam ago

Kapolda Malut Luncurkan 7 Program Prioritas, Dekatkan Polri dengan Masyarakat

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman, meluncurkan tujuh program prioritas sebagai langkah memperkuat komitmen…

1 hari ago