News

Kolaborasi dengan BPJS, IWIP Pastikan Perlindungan Pekerja di Halteng dan Haltim

Ketenagakerjaan Lindungi Masyarakat Pekerja Rentan Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) berkolaborasi dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan untuk memberikan perlindungan kepada ratusan pekerja rentan di Kabupaten Halmahera Timur dan Halmahera Tengah.

Kolaborasi ini merupakan upaya memanfaatkan sumber daya untuk mendukung penyelenggaraan jaminan sosial yang efektif, efisien, dan terkoordinasi bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional IWIP. Perlindungan terhadap pekerja rentan ini juga sebagai bentuk tanggung jawab IWIP kepada masyarakat melalui Corporate Social Responsibility (CSR).

Dalam kerja sama ini IWIP bertanggung jawab membayar iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan iuran Jaminan Kematian (JKM) untuk para penerima. Perlindungan ini telah ditandatangani dan berlaku efektif mulai bulan September 2023.

Pekerja rentan yang dimaksud adalah masyarakat yang bekerja di sektor informal dengan penghasilan minim yang kondisi pekerjaannya memiliki risiko tinggi, seperti buruh nelayan/perikanan maupun buruh tani/perkebunan. Sebanyak 155 pekerja rentan telah terdaftar sebagai penerima manfaat program ini. Jumlah tersebut masih akan terus meningkat seiring berjalannya pelaksanaan program.

Sugiman, petani di Desa Akejawi, Haltim, yang merupakan satu dari ratusan penerima manfaat tersebut mengaku bersyukur atas perhatian yang telah diberikan PT Indonesia Weda Bay Industrial Park.

“Syukur alhamdulillah, kami ucapkan terima kasih banyak, karena IWIP bisa memerhatikan masyarakat, terutama yang berada di desa lingkar tambang. Mudah-mudahan ke depannya bisa lebih banyak lagi masyarakay kurang mampu yang bisa menerima manfaat ini,” katanya, Sabtu, 23 September 2023.

Sementara itu, Deputy Manajer Komunikasi IWIP, Mappalara Simatupang mengaku senang bisa menjadi bagian dari program ini. Menurutnya, program perlindungan terhadap pekerja rentan ini sangat penting dilakukan, mengingat banyak warga sekitar yang bekerja sebagai nelayan dan petani namun belum memiliki jaminan sosial perlindungan kerja.

“Padahal pekerjaan saudara-saudara kita ini memiliki risiko tinggi. Bahkan sering kita temui juga para pekerja tersebut bekerja dengan tingkat keselamatan yang minim,” jelasnya.

“Semoga dengan adanya program ini dapat memberikan manfaat kepada masyarakat yang menerima manfaatnya,” harapnya. (ADV)

——

Editor: Ghalim Umabaihi

redaksi

Recent Posts

Polda Malut Bongkar Dugaan Mafia BBM Subsidi di Halmahera Selatan

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara, bongkar dugaan tindak pidana penyalahgunaan bahan bakar…

8 jam ago

Jelang COP31, Koalisi Desak Moratorium Tambang Nikel dan PLTU Captive di Indonesia Timur

Koalisi Indonesia Timur untuk Transisi Energi yang Berkeadilan dan Berkelanjutan mendesak pemerintah menghentikan ekspansi tambang…

8 jam ago

Dugaan Korupsi Dana KONI Rp12 Miliar, Mantan Bendahara Kembalikan Sebagian Dana

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara memastikan terus mengusut dugaan korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional…

8 jam ago

Pimpinan Cabang Koperasi Produsen HKTI Maluku Utara, Imran Guricci Siap Dorong Kesejahteraan Petani

Imran Guricci resmi memimpin Koperasi Produsen Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Cabang Provinsi Maluku Utara.…

8 jam ago

Polres Ternate Razia Tempat Hiburan Malam, Sasar Anggota Polisi

Seksi Profesi dan Pengamanan (Sipropam) Polres Ternate menggelar penegakan ketertiban dan disiplin (Gaktibplin) dengan menyasar…

9 jam ago

ERT NHM Edukasi Siswa Mimika Cara Menggunakan APAR

Tim Emergency Response Team (ERT) PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) berpartisipasi dalam program Rescuer Goes…

12 jam ago