Ribuan Masyarakat Dofa, Mangoli Barat, Kepulauan Sula hadiri kampanye FAM-SAH. Foto: Ijat/cermat
Pasangan Calon (Paslon) Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabessy (FAM-SAH) dinilai terbukti mengentaskan Kepulauan Sula dari status daerah tertinggal.
Hal tersebut dibuktikan semasa kepemimpinan FAM-SAH selama tiga tahun memimpin Pemda Kepulauan Sula pada periode sebelumnya.
Kader Gerindra, Muryono Ode Kombe mengatakan, kurang lebih tiga tahun sebelumnya, Pemda Kepulauan Sula berhasil dipimpin FAM-SAH.
“Sudah terbukti, FAM-SAH mampu menghilangkan status daerah tertinggal di Kepulauan Sula,” kata Muryono Ode Kombe yang juga anggota DPRD Kepulauan Sula periode 2024-2029 kepada cermat, Minggu, 10 November 2024.
Ia bilang, itulah bukti kerja keras FAM-SAH membangun daerah mulai dari pembangunan Infrastruktur, Pendidikan, Kesehatan dan Perikanan. Bahkan pada tingkatan edukasi kepada masyarakat di 12 kecamatan.
“Jadi, kalau ada yang bilang FAM-SAH tidak berbuat apa-apa semasa kepemimpinannya, itu adalah bohong dan jangan percaya dengan isu yang hanya menjatuhkan kandidat,” jelasnya.
Selain itu, ia mengajak masyarakat Kepulauan Sula, kiranya dapat mengawal kemenangan FAM-SAH di 27 November, agar tidak terjadi kecurangan di masing-masih tempat pencoblosan.
“Tinggal 20 hari lagi, kita mengawal kemenangan FAM-SAH untuk melanjutkan kepemimpinan Sula Bahagia Jilid II,” tutupnya.
____
Penulis: La Ode Hizrat Kasim
Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…
Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…
Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Sula, Maluku Utara dikabarkan mengunjungi Kabupaten Pulau Taliabu guna mempercepat…
Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Perubahan APBD 2026 dengan total pendapatan daerah sebesar Rp988,83 miliar, naik…
Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…