News

Korban Pemerkosaan Meninggal di Ternate, Mahasiswa Tuntut Pelaku Dihukum Mati

Sejumlah mahasiswa dan keluarga korban pemerkosaan NU pada Senin (18/10), mendatangi Polda Maluku Utara. Mereka mendesak agar pihak kepolisian memberikan sanksi berat kepada para pelaku.

NU diketahui telah mengembuskan napas terkahir di RSUD Chasan Boisoirie Ternate, pada Sabtu (16/10). NU remaja asal Patani ini diperkosa oleh enam pria pada awal Oktober di Halmahera Tengah. Ketika diperkosa, wajah NU sempat ditutupi selimut untuk mencegahnya berteriak.

Dalam tahap penyelidikan ini, polisi baru mengamankan empat pelaku. Empat pelaku itu di antaranya DN dan HN asal Halmahera Barat, DK asal Tidore, dan OG asal Pulau Obi. Mereka merupakan karyawan perusahaan tambang, yakni PT IWIP. Sementara dua lainnya masih dalam proses pencarian.

Salah satu massa aksi, Yulia, mengatakan polisi harus menindak tegas pelaku sesuai dengan pasal-pasal yang berlaku.

Para mahasiswa membentangkan spanduk. Menuntut agar pelaku pemerkosaan dihukum mati. Foto: Olis Jilfikar/cermat

“Polisi harus tindak tegas pelaku menggunakan pasal-pasal yang berat, bila perlu hukum mati atau hukuman seumur hidup,” teriak Yulia.

Sementara keluarga korban, L Sahrul, meminta polisi segera menangkap dua pelaku yang masih berkeliaran. Keluarga bahkan meminta pihak Polda untuk mengevaluasi Polres Halmahera Tengah.

Kabid Humas Polda Maluku Utara, Kombes Pol Adip Rojikan, mengatakan dalam kasus ini pihaknya tetap akan menindak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.

Suasana aksi, menunut pelaku pemerkosaan dihukum mati. Foto: Olis Jilfikar/cermat

“Setelah kami menangkap, ada waktu 20 hari untuk melengkapi barang bukti, kemudian melakukan pemberkasan, kemudian dikirim ke jaksa, dan tuntutan itu akan diselesaikan di pengadilan,” jelas Adip.

Ia mengatakan, saat ini belum dapat dipastikan berapa total jumlah pelaku, karena akan berdasarkan penyelidikan lebih lanjut.

“Dari Polres Halteng sendiri telah menetapkan kasus dengan pasal-pasal yang ancamannya adalah hukuman mati, atau setidaknya hukuman seumur hidup,” jelasnya. (OD)

redaksi

Recent Posts

Graal Jembatani GKPMI Audiensi dengan Wapres Gibran untuk Sampaikan Aspirasi Keumatan

Graal Taliawo, anggota DPD RI Dapil Maluku Utara menjembatani Badan Pengurus Pusat (BPP) dan Panitia…

23 menit ago

Kajari Morotai Diminta Audit Kasus Sewa Alat Berat Dinas PUPR

Anggota DPRD Pulau Morotai Partai Hanura, M. Johor Boleu, menyoroti pengelolaan sewa alat berat milik…

24 jam ago

Polisi Usut Kasus Karhutla di Taliabu, Pelaku Lansia Tak Ditahan

Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara, tengah menangani satu kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang…

1 hari ago

Dua Pekan BBM Langka di Pulau Taliabu

Warga Rela Antri di SPBU Demi Mendapatkan BBM Kurang lebih dua minggu di Pulau Taliabu,…

2 hari ago

Usut Dana Hibah, Kejati Malut Berulangkali Periksa Eks Ketua KONI Djasman Abubakar

Bidang Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara kembali memeriksa mantan Ketua Komite Olahraga…

2 hari ago

Festival Ternate Menulis 2026 Siap Digelar Desember Mendatang

Festival Ternate Menulis (TEMU) 2026 akan dilaksanakan pada 10-12 Desember 2026 di kawasan Benteng Oranje,…

2 hari ago