Categories: News

KPU Malut: Ada Bapaslon Gubernur Gunakan Ijazah Paket

KPU Provinsi Maluku Utara menyatakan terdapat bakal pasangan calon (bapaslon) gubernur yang menggunakan ijazah paket saat melakukan pendaftaran.

“Dari empat bapaslon, ada di antaranya yang menggunakan ijazah paket, tetapi tidak semua,” ungkap Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Malut Reni Syafruddin A Banjar kepada cermat, Selasa, 10 September 2024.

Reni menyebut dokumen pendaftaran tersebut berupa berkas pribadi milik bapaslon sehingga tidak dapat dipublikasi.

“Jadi terkait identitas bapaslon yang menggunakan ijazah paket ini kita tidak bisa publikasi tanpa seizin yang bersangkutan,” katanya.

Menurut Reni, KPU masih akan melakukan penelitian terkait berkas, serta melindungi data pribadi bapaslon.

“Dan tentu saja itu merupakan dokumen negara sehingga kami menjaga dan tidak bisa dipublis keluar tanpa izin,” jelasnya.

Dalam perkara ini, kata dia, dokumen itu hanya bisa dikantongi KPU dan Bawaslu sebagai pengawas dan penyelenggara Pilkada.

“Bahkan untuk Bawaslu bisa mengantongi atau tidak harus harus ada izin yang ditandatangani oleh calon gubernur dan wakil gubernur, apabila mereka setuju untuk diberikan ke Bawaslu,” terangnya.

Untuk ijazah paket salah satu bapaslon, Ia bilang, Tim dari KPU telah melakukan klarifikasi ke instansi terkait.

“Dan untuk ijazah paket ini, tim juga telah turun untuk mengklarifikasi ijazah yang bersangkutan ke dinas apa benar telah mengeluarkan dokumen tersebut,” katanya.

Setelah melakukan penelitian dokumen persyaratan bekas bapaslon, Reni mengungkapkan, pihaknya akan mempublikasi hasilnya pada tanggal 14-15 September 2024.

“Nanti pada tanggal 13-14 September 2024 hasil penelitian administrasi perbaikan akan kita sampaikan ke publik, dan pada tanggal 15-18 September itu seluruhnya baik itu NGO, LSM, penyidik Polri, dan masyarakat silakan menggunakan haknya untuk memberikan masukan dan tanggapan terkait persyaratan dan keabsahan berkas pasangan calon,” ujar Reni.

Selain ijazah paket, ada juga bapaslon yang memiliki ijazah perguruan tinggi namun status perguruan tingginya telah dicabut.

“Dan pada saat kami klarifikasi ke lapangan, tim dari KPU Provinsi Maluku Utara menemukan bahwa kampus tersebut telah merger. Jadi memang betul fisik gedung kampusnya itu sudah tidak ada, tapi setelah diklarifikasi ternyata kampus itu telah bergabung dengan dengan kampus yang lain. Dan ini tetap diakui,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Pemkab Morotai Sediakan 50 KL Biosolar Bersubsidi Setiap Bulan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, menghadirkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar…

7 jam ago

Julkifli Dinonaktifkan dari Ketua KNPI Morotai, Fijai Ali Ditunjuk Jadi Plt

Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara menonaktifkan Julkifli…

7 jam ago

Polres Morotai Panggil Ketua DPRD dan Johor Boleu soal Pemalangan Jalan Sabatai-Sabala

Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai, Maluku Utara, memanggil Ketua DPRD Muhammad Rizky dan anggota DPRD…

7 jam ago

Menaker Yassierli Berikan Kuliah Umum di PT IWIP, Tekankan Pentingnya Budaya K3

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., memberikan materi kuliah umum mengenai budaya…

2 hari ago

Terima Paket Ganja 55,26 Gram, Seorang Pemuda di Tobelo Ditangkap Polda Malut

Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di…

2 hari ago

Disperindag Ternate Hadirkan Kios Pangan Aman di Kawasan Pasar

Pemerintah Kota Ternate melalui kolaborsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan akan…

3 hari ago