Dewan Pendiri sekaligus Dewan Pembina saat memberikan materi ke anggota dan pengurus GEMUSBA. Foto: Istimewa
Generasi Muda Sultan Baabullah (GEMUSBA) secara resmi memulai tahapan konsolidasi organisasi melalui pertemuan perdana pengurus harian dan anggota yang berlangsung di Kadaton Kesultanan Ternate pada Selasa, 30 Desember 2025.
Kegiatan ini berlangsung khidmat dan bersejarah karena dibuka langsung oleh Sultan Ternate ke-XLIX, Hidayatullah Sjah II, selaku Dewan Pembina GEMUSBA.
Pertemuan ini menjadi penanda penting penguatan kembali peran generasi muda Kesultanan Ternate, sekaligus bagian dari proses rekrutmen serta pembentukan kepengurusan dan keanggotaan GEMUSBA pada periode berjalan.
Dalam sambutannya, Sultan Ternate menegaskan bahwa generasi muda memiliki tanggung jawab sejarah untuk menjaga marwah Kesultanan, adat istiadat, serta nilai-nilai perjuangan Sultan Baabullah. Nilai tersebut tidak boleh berhenti sebagai simbol kebanggaan masa lalu, melainkan harus menjadi fondasi moral dan etika dalam menghadapi tantangan zaman modern.
Sultan juga menekankan bahwa GEMUSBA bukan organisasi seremonial, melainkan wadah pembinaan karakter, adab, etika, dan kepemimpinan pemuda yang dijalankan dengan disiplin serta kesadaran tanggung jawab kepada masyarakat dan Kesultanan Ternate.
Pertemuan perdana ini turut menghadirkan Iwan, Sekretaris Kesultanan Ternate (Tulilamo), sekaligus salah satu tokoh perintis GEMUSBA. Ia menyampaikan refleksi historis tentang lahirnya GEMUSBA pada tahun 1998 bersama Sultan Ternate, serta menegaskan pentingnya kesinambungan perjuangan pemuda lintas generasi.
Secara struktural, GEMUSBA saat ini dipimpin oleh: Ketua GEMUSBA: Jo Ngofa OFA atau Ismuul sujud dan Sekretaris Andi Heriawan Kube.
Sementara Pengurus Harian yang telah terbentuk terdiri dari: Ketua Harian: Adrajid Kasten, Wakil Ketua Harian I: Taukan Hariman Latuconsina Wakil Ketua Harian II: Ardian Kader dan Sekretaris Harian: Miranti Buamona.
Pertemuan ini diikuti oleh sekitar 90 orang anggota, baik yang hadir secara langsung maupun melalui platform daring (Google Meet). Peserta berasal dari beragam latar belakang pemuda dan menunjukkan antusiasme tinggi untuk terlibat aktif dalam pelestarian adat, penguatan kepemimpinan pemuda, serta pengabdian sosial berbasis nilai-nilai Kesultanan Ternate.
Ketua GEMUSBA, Ofa Ismuulsujud, menegaskan bahwa organisasi akan dijalankan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), dengan tata kelola modern namun tetap berakar kuat pada nilai adat.
“GEMUSBA adalah ruang pengabdian, bukan sekadar struktur. Di sini kita belajar adab sebelum jabatan, dan tanggung jawab sebelum kepentingan,” tegasnya.
Melalui momentum ini, GEMUSBA secara resmi membuka diri bagi generasi muda untuk bergabung sebagai anggota maupun pengurus, dengan komitmen menjaga adat, menghormati Kesultanan, serta berkontribusi nyata bagi masyarakat dan masa depan daerah.
Kegiatan ini menegaskan posisi GEMUSBA sebagai organisasi kepemudaan yang sah, berlegitimasi Kesultanan, serta relevan dalam menjawab tantangan zaman, sekaligus menjadi jembatan antara nilai sejarah, kepemimpinan, dan dinamika generasi muda hari ini.
Rencana lokasi pembangunan Gedung Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Desa Tepeleo, Kecamatan Patanu Utara,…
Akhir tahun 2025 ini, tak sedikit gelaran yang diselenggarakan, seperti membuat ivent manggung dan sebagainya…
Masyarakat memanfaatkan layanan pertanahan yang tetap dibuka Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN)…
Program Studi Sosiologi Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU) melalui HMPS Sosiologi menggelar kuliah tamu bertajuk…
Polda Maluku Utara memproses ratusan personelnya yang diduga melakukan pelanggaran disiplin, pelanggaran kode etik profesi…
Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara mencatatkan prestasi membanggakan sepanjang tahun 2025 dengan meraih 13 penghargaan…