Komunitas Fala Lamo menggelar oke sou sebagai upaya mengenalkan kembali tradisi tersebut. Foto: Istimewa/cermat
Kota Ternate memiliki beragam tradisi unik yang menarik untuk ditelisik, salah satunya adalah tradisi oke sou yang dikenal sejak dahulu dan masih dilestarikan hingga sekarang.
Secara umum, oke sou memiliki arti minum obat tradisional. Tradisi ini merupakan ritual penting bagi remaja perempuan yang memasuki fase kedewasaan biologis yang ditandai menstruasi pertama.
Dalam bahasa Ternate, istilah oke berarti “minum” dan sou berarti “obat.” Dalam prosesi ini, para perempuan diperkenankan meminum ramuan tradisional berupa jamu dan pil berbahan dasar rimpang, daun, bunga, biji-bijian, hingga kulit kayu.
Tradisi oke sou biasanya dilaksanakan selama tiga hari. Prosesi ini dipimpin oleh pemangku ritual dan ditutup dengan tahlilan sebagai bagian dari integrasi nilai budaya dan spiritual masyarakat tempatan.
Beberapa akademisi menilai, oke sou bukan hanya sekadar sebuah ritual, tetapi juga menjadi ruang transformasi pengetahuan dan pewarisan tata nilai yang berdampak positif bagi generasi muda, khususnya perempuan.
Kendati demikian, seiring perkembangan zaman, oke sou nyatanya sudah jarang dipraktikkan oleh masyarakat. Peran komunitas penggiat budaya untuk berupaya mengenalkan kembali tradisi pun menjadi penting untuk dilakukan.
Desa Ngele-Ngele Besar, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utara tidak hanya mengandalkan potensi…
Oleh : Hasrillah Tari Ketua Komisi Riset dan Pengembangan Kerukunan Keluarga Gamkonora Provinsi Maluku Utara…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara tengah mengebut pembentukan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD)…
Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate meningkatkan penanganan kasus dugaan korupsi pengelolaan belanja habis pakai pada Dinas…
Kelapa Bido yang dikenal sebagai salah satu varietas unggulan Pulau Morotai, Maluku Utara, ternyata mampu…
Dua nama Aparatur Sipil Negara (ASN) di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara berinisial HF dan…