Kasubdit Gakum Ditpolairud Polda Maluku Utara. Foto: Istimewa
Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara menetapkan nahkoda KM Indriyani berinisial NS sebagai tersangka dalam insiden tenggelamnya kapal di perairan Bibinoi, Kabupaten Halmahera Selatan.
Penetapan tersangka dilakukan setelah penyidik menggelar perkara dan mengantongi sejumlah alat bukti. Dari hasil penyidikan, ditemukan unsur kelalaian, termasuk fakta bahwa kapal berlayar tanpa mengantongi Surat Persetujuan Berlayar (SPB) dari syahbandar.
KM Indriyani yang merupakan kapal penumpang berukuran 6 Gross Ton (GT) itu diketahui mengangkut 59 orang dari Pelabuhan Babang menuju Desa Pigaraja. Saat melintasi perairan Kecamatan Bacan Timur Tengah, kapal dihantam gelombang tinggi hingga akhirnya terbalik.
Akibat kejadian tersebut, seorang balita dilaporkan meninggal dunia. Sementara satu penumpang lain, Dr. Wildan, akademisi dari Universitas Khairun, masih dalam pencarian dan dinyatakan hilang.
Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda, membenarkan bahwa status hukum NS telah ditingkatkan menjadi tersangka sejak pekan lalu.
“Tersangka sudah kami tahan di Rutan Polda Maluku Utara. Hari ini, Senin, 2 Maret 2026, penyidik juga melakukan pelimpahan berkas tahap satu ke kejaksaan,” ujar Riki.
Ia menambahkan, sejak awal proses penyidikan pihaknya telah berkoordinasi intensif dengan jaksa penuntut umum (JPU) guna memastikan kelengkapan berkas perkara.
“Atas kelalaiannya yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain serta pelanggaran aturan pelayaran, tersangka dijerat pasal berlapis, yakni Pasal 474 ayat (1) dan (3), Pasal 475 ayat (1) dan (2), serta Pasal 330 huruf c UU RI Nomor 1 Tahun 2023,” katanya.
Anhar Tofure, Direktur RSUD Sultan Mudaffar Sjah, Pulau Morotai, Maluku Utara memastikan pelayanan rujukan pasien…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai menyiapkan skema penataan pedagang coffee street yang menggunakan sepeda…
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Pol. Arif Budiman, mengajak para pekerja Tenaga Kerja…
Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara memperkuat tata kelola pengelolaan obat…
Pemerintah Kota Ternate, Maluku Utara, mulai mencari sumber pendapatan baru di tengah berkurangnya alokasi transfer…
Sebanyak 732 warga Pulau Taliabu, Maluku Utara, memilih pindah domisili. Dari angka itu, 496 orang…