News

Penyelendupan Satwa Endemik Papua ke Surabaya Digagalkan, Dua Pelaku Diamankan di Ternate

Tim gabungan menggagalkan upaya penyelundupan ratusan satwa endemik asal Papua di Pelabuhan Ahmad Yani, Ternate, Rabu, 11 Februari 2026.

Operasi ini melibatkan Ditpolairud Polda Maluku Utara, Lanal Ternate, BKSDA Maluku Wilayah I Ternate, serta Karantina Kesehatan. Penggagalan dilakukan sesaat setelah kapal Pelni yang mengangkut satwa-satwa tersebut bersandar di pelabuhan.

Ratusan satwa dilindungi itu diduga hendak dikirim dan diperjualbelikan di Kota Surabaya. Namun, rencana tersebut kandas setelah tim gabungan melakukan penyisiran dan menemukan tumpukan kandang berisi satwa tanpa dokumen resmi.

Dari hasil pemeriksaan, petugas mengamankan sedikitnya 15 ekor kanguru, 82 ekor kadal, 10 ekor ular, dan 6 ekor kuskus. Seluruh satwa diketahui merupakan spesies endemik yang dilindungi.

Selain menyita barang bukti, petugas turut mengamankan dua pria yang diduga sebagai pemilik satwa tersebut. Mereka adalah JN alias Jain (23), warga Jawa Tengah, dan EN alias Elin (24), warga Jawa Timur.

“Saat ini kedua orang tersebut sudah kami amankan ke kantor. Status mereka masih sebagai saksi karena pemeriksaan intensif masih berjalan,” ujar Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Maluku Utara, Kompol Riki Arinanda.

Riki menjelaskan, pengungkapan kasus ini berawal dari informasi akurat terkait pengiriman hewan endemik Papua menuju Surabaya melalui jalur laut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim langsung bergerak melakukan pemeriksaan di atas kapal.

“Di lapangan kami menemukan dua orang yang membawa satwa tersebut. Keduanya langsung kami amankan untuk pendalaman modus operandi serta penelusuran asal-usul satwa,” tambahnya.

Secara terpisah, Kepala Seksi BKSDA Maluku Wilayah I Ternate, Usman, menyebut jumlah satwa yang diamankan dalam operasi kali ini tergolong besar.

“Seluruh satwa saat ini kami amankan untuk pemeriksaan kesehatan. Jika dinyatakan sehat dan stabil, akan segera dilepasliarkan kembali ke habitat aslinya,” jelas Usman.

Untuk proses hukum lebih lanjut, penanganan perkara sepenuhnya diserahkan kepada Ditpolairud Polda Maluku Utara.

redaksi

Recent Posts

Sekolah di Taliabu Alami Kebakaran, Kerugian Ditaksir Ratusan Juta

Sebanyak tiga ruang kelas di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kawalo, Kecamatan Taliabu Barat, Kabupaten Pulau…

6 jam ago

Rehab Gedung Polsek Mangoli Barat Terkendala Status Lahan, Ini Kata Kapolres

Gedung Polsek Mangoli Barat, Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara, hingga kini belum memperoleh anggaran rehabilitasi…

6 jam ago

Eks Kades dan Bendahara di Sula Ditahan, Diduga Korupsi Dana Desa Rp231 Juta

Kepolisian Resor (Polres) Kepulauan Sula, Maluku Utara, resmi menahan mantan Kepala Desa Lekokadai berinisial AL…

8 jam ago

Sensus Ekonomi 2026 Dimulai, BPS Malut Jamin Kerahasiaan Data

Badan Pusat Statistik (BPS) Maluku Utara memastikan data yang dikumpulkan dalam pelaksanaan Sensus Ekonomi (SE)…

10 jam ago

Putri Malu-Ku

Oleh: WDGafoer  “Pulaskah tidurmu malam ini, Putri Malu-Ku?” Apakah mimpimu masih tentang aku atau kita…

11 jam ago

Harganas, Bupati Morotai Serukan Penguatan Keluarga Hadapi Tantangan Zaman

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi memperingati Hari Keluarga Nasional atau Harganas ke-33…

11 jam ago