Penyidik Ditreskrimsus Polda Maluku Utara saat membawa dokumen ke Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Foto: Samsul Hi Laijou/cermat
Ditreskrimsus Polda Maluku Utara kembali menyerahkan berkas tahap satu kasus dugaan korupsi anggaran operasional Kepala Daerah Halmahera Selatan ke Kejaksaan Tinggi Malut.
Tahap I ini terhitung yang ketiga kalinya. Kini, tim penyidik Ditreskrimsus Polda Malut telah melengkapi petunjuk jaksa penuntut umum (JPU).
Pantauan cermat, Selasa (4/4) sekitar pukul 10.17 WIT, penyidik Ditreskrimsus tiba dengan menenteng map merah, lalu ke ruangan Pidsus di lantai dua untuk menyerahkan dokumen itu.
Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Malut, Kombes Pol Michael Irwan Thamsil, membenarkan penyerahan berkas perkara tersebut.
Dalam kasus ini, 5 orang ditetapkan sebagai tersangka, di antaranya mantan Bupati Halsel Bahrain Kasuba, mantan Sekretaris Daerah Helmi Surya Botutihe.
Kemudian mantan Kepala Bagian Umum Saimah Kasuba, mantan Kabag Hukum Ilham Abubakar, dan mantan Bendahara Sekretariat Junaidi Hasjim.
Dalam kasus ini, total anggaran sebesar Rp 8.544.966.000. Setelah BPKP Malut menghitung, kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp 3.474.311.013.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, menghadirkan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Biosolar…
Dewan Pimpinan Daerah (DPD) I Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Provinsi Maluku Utara menonaktifkan Julkifli…
Kepolisian Resor (Polres) Pulau Morotai, Maluku Utara, memanggil Ketua DPRD Muhammad Rizky dan anggota DPRD…
Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia, Prof. Yassierli, S.T., M.T., Ph.D., memberikan materi kuliah umum mengenai budaya…
Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Maluku Utara kembali mengungkap kasus peredaran narkotika jenis ganja di…
Pemerintah Kota Ternate melalui kolaborsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) bersama Dinas Ketahanan Pangan akan…