News

Puskesmas Libano Morotai Dapat Anggaran Rp 900 Juta, Fokus Layanan di Wilayah Terpencil

Puskesmas Desa Libano, Kecamatan Morotai Jaya, Pulau Morotai, Maluku Utara mengelola anggaran sebesar Rp.900.000.000 untuk tahun 2026. Anggaran tersebut bersumber dari Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) dan Kapitasi Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Total anggaran tahun ini untuk Puskesmas Libano itu sebesar Rp.900.000.000 itu dari sumber anggaran BOK dan Kapitasi JKN,” kata Abdul R. Kadir, Kepala Puskesmas Libano kepada cermat, Minggu, 11 Januari 2026.

Menurut ia, anggaran tersebut terdiri dari BOK sebesar Rp.756.000.000 dan Kapitasi JKN sebesar Rp144.000.000. Namun, dana Kapitasi JKN tidak bersifat tetap karena bergantung pada jumlah kepesertaan BPJS kesehatan setiap bulan.

“JKN itu tidak merata, karena tiap bulan tergantung dengan kepesertaan BPJS, jadi kami kira-kira saja,” ujarnya.

Ia bilang, tahun ini terjadi penurunan pada anggaran BOK dibandingkan tahun sebelumnya. Sebaliknya, Kapitasi JKN justru mengalami peningkatan karena Puskesmas Libano kini telah memiliki dokter.

“Ada penurunan di anggaran BOK, JKN malah bertambah karena tahun kemarin kami belum punya dokter, sekarang sudah ada, jadi kapitasinya juga bertambah,” jelasnya.

“Untuk anggaran BOK digunakan untuk mendukung berbagai kegiatan puslesmas diluar gedung. Seperti biaya perjalanan petugas, pertemuan lintas sektor, mini lokakarya, serta belanja bahan pemberian makanan tambahan bagi balita gizi kurang, gizi buruk, stunting, dan ibu hamil,” tambahnya.

Sementara terkait kecukupan anggaran, kata Abdul, pihaknya tetap berupaya jalankan seluruh kegiatan pelayanan kesehatan meskipun dengan keterbatasan.

“Kalau cukup atau tidak cukup saya tidak bisa pastikan, tapi insyaallah dengan anggaran ini kami akan berusaha melaksanakan kegiatan dengan maksimal,” katanya.

Sebagai puskesmas yang berada di wilayah terjauh dan terpencil, Abdul berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah, khususnya terkait pemenuhan sarana dan prasarana penunjang pelayanan kesehatan.

“Harapannya puskesmas kami yang paling jauh dan terpencil ini bisa lebih diperhatikan agar pelayanan lebih berkualitas dan bisa bersaing dengan puskesmas di perkotaan,” harapnya.

Ia juga menyampaikan terimakasih kepada Kepala Dinas Kesehatan yang selama ini memberikan bimbingan dan dukungan, termasuk kepada 32 petugas kesehatan yang bertugas di Puskesmas Libano.

redaksi

Recent Posts

Didukung Tujuh BPC, Ronald Reagen Pastikan Maju di Musdalub HIPMI Malut

Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) BPD HIPMI Maluku Utara dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan ini.…

7 jam ago

Festival Legu Tara No Ate 2026 Siap Dihelat

Sultan Ternate ke-49, Hidayatullah Sjah, resmi mengukuhkan Panitia Pelaksana Festival Legu Tara No Ate Kesultanan…

1 hari ago

Usia ke-31, PERUATI Morotai Dorong Kepemimpinan Perempuan yang Tangguh dan Humanis

Badan Pengurus Daerah (BPD) Perkumpulan Perempuan Berpendidikan Teologi di Indonesia (PERUATI) Pulau Morotai, Maluku Utara…

1 hari ago

Hari Anti Tambang, Warga Teluk Weda Suarakan Bahaya Kerusakan Lingkungan

Aliansi warga di Teluk Weda bersama Gerakan Save Sagea dan warga Lelilef Woebulen menggelar aksi…

1 hari ago

PLN di Taliabu Diduga Tak Kantongi Izin Pengelolaan Limbah B3

Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Pulau Taliabu, Maluku Utara, diduga tidak mengantongi izin pengelolaan limbah…

2 hari ago

Sambut Idul Adha 1447 H, NHM Salurkan Hewan Kurban untuk Masyarakat Lingkar Tambang

Dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, PT Nusa Halmahera Minerals (NHM), pengelola…

3 hari ago