News

Rute Speedboat Kota Baru-Loleo Dialihkan Sementara, Ini Alasannya


Rute penyeberangan angkutan speedboat Kota Baru-Loleo di Maluku Utara saat ini tengah dialihkan sementara ke Pelabuhan Sofifi, terhitung mulai Senin, 29 Juli 2024.

Ketua Koperasi Jasa Bahari Mandiri Speedboat Kota Baru, Yacub Abdul Kadir menjelaskan bahwa pengalihan tersebut bertujuan untuk menyelesaikan konflik antar Organda yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Usulan Pemkot Tidore Dibantah, Aktivitas Speedboat Ternate-Loleo Tetap Normal

“Jadi pengalihan rute angkutan ini berdasarkan hasil kesepakatan koperasi Kota Baru bersama nahkoda speedboat. Hasil rapat ini ditujukan kepada DPUK Loleo agar secepatnya menyelesaikan masalah dengan Organda Weda,” kata Yacub saat diwawancarai cermat, Selasa, 30 Juli 2024.

Yacub menyebut, sebelum itu, pihaknya juga telah memberi tenggat waktu kepada DPUK Loleo selama empat hari hingga tanggal 28 Juli 2024 untuk melakukan mediasi penyelesaian bersama Organda Weda.

“Hanya saja belum ada penyelesaian sehingga kami memutuskan harus ada pengalihan rute sementara. Tindakan tersebut diambil karena kami merasa konflik kedua pihak antara DPUK Loleo dan Organda Weda ini cukup berdampak pada aktivitas angkutan Ternate-Loleo, dan sudah hampir tiga bulan,” ujarnya.

Baca Juga: Imbas Konflik Organda, Nahkoda Speedboat Loleo-Ternte Akui Penghasilan Menurun

Sementara di sisi lain, Yacub turut membantah pemberitaan media yang menyatakan bahwa keputusan pengalihan ini dilakukan oleh KSOP Ternate. Menurutnya hal itu tidak dapat dibenarkan.

“Ini murni inisiatif dari Koperasi Jasa Bahari Mandiri bukan dari pihak KSOP Ternate. Tentu saja semua ini kami lakukan agar aktivitas penumpang kembali normal,” tegasnya. Ia menambahkan, pengalihan sementara ini akan dicabut kembali apabila masalah Organda sudah dapat diselesaikan.

redaksi

Recent Posts

Balai Bahasa: Kehadiran Tambang Jadi Faktor Pergeseran Bahasa Sawai

Deru industri nikel di Halmahera Tengah, Maluku Utara, membawa perubahan hingga ke ruang bahasa. Bahasa…

23 jam ago

Penyebab Bahasa Sawai di Halmahera Tengah Makin Tergerus

Bahasa Sawai semakin kehilangan ruang penggunaannya di Halmahera Tengah, Maluku Utara. Bahasa Indonesia dan bahasa…

23 jam ago

Pilkades di Pulau Taliabu Awal Desember, Pemkab Siapkan Rp2,5 Miliar

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara menargetkan jadwal pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak…

2 hari ago

BPN akan Lakukan Pengukuran Lahan Bandara Bobong

Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kepulauan Sula, Maluku Utara dikabarkan mengunjungi Kabupaten Pulau Taliabu guna mempercepat…

2 hari ago

APBD Perubahan Ternate Tembus Rp988,83 Miliar

Pemerintah Kota Ternate mengusulkan Perubahan APBD 2026 dengan total pendapatan daerah sebesar Rp988,83 miliar, naik…

2 hari ago

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

3 hari ago