Tiga pelaku dan ribuan botol miras diamankan di Mapolres. Foto: Istimewa
Satuan Samapta Polres Ternate, Maluku Utara, berhasil menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 1.200 botol minuman keras (miras) jenis cap tikus yang hendak masuk ke wilayah Ternate. Dalam operasi tersebut, tiga orang yang diduga sebagai pemilik barang turut diamankan dan digiring ke Mapolres Ternate.
Pengungkapan kasus ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas peredaran miras ilegal. Menindaklanjuti laporan tersebut, anggota Sat Samapta yang dipimpin Dantim Opsnal Aipda Asri Marsabessy langsung turun ke lapangan.
Petugas kemudian menghentikan sebuah mobil Toyota Agya di Kelurahan Kampung Pisang, Kecamatan Ternate Tengah. Saat dilakukan penggeledahan, ditemukan sejumlah miras yang disimpan di dalam kendaraan tersebut.
“Minuman keras itu ditemukan setelah anggota menerima laporan dari masyarakat,” ujar Kapolres Ternate, Anita Ratna Yulianto, Minggu, 19 April 2026.
Dari hasil pengembangan, petugas bergerak ke Kelurahan Kalumata, Kecamatan Ternate Selatan. Di lokasi tersebut, polisi kembali menemukan barang bukti miras yang disimpan di salah satu rumah warga.
Seluruh barang bukti kemudian diamankan ke Mapolres Ternate untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Tiga orang yang diamankan masing-masing berinisial R alias Rian (26), seorang pengemudi ojek; E alias Elan (26), yang belum bekerja; serta N alias Nain (62), yang diketahui sebagai pemilik rumah tempat penyimpanan miras.
Dari hasil razia, polisi menyita total 30 kardus miras jenis cap tikus. Setiap kardus berisi 16 botol berukuran 1.500 ml, dengan total 480 botol besar. Jika dikonversikan, jumlah tersebut setara dengan sekitar 1.200 botol ukuran 600 ml.
Kapolres menegaskan pihaknya akan terus meningkatkan patroli dan razia guna menekan peredaran minuman keras ilegal di wilayah hukum Polres Ternate.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak terlibat dalam peredaran maupun konsumsi miras ilegal karena dapat memicu gangguan keamanan dan ketertiban,” pungkasnya.
Kenaikan harga BBM non-subsidi yang diberlakukan pemerintah pusat mulai dirasakan masyarakat di Pulau Morotai, Maluku…
Kasus dugaan penganiayaan dan pengeroyokan yang menyeret oknum Kepala Desa Woekob, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten…
Pemerintah Kota Ternate meluncurkan Program Nexus Gamalama sebagai upaya memperkuat ketangguhan masyarakat terhadap risiko bencana…
Tim Bidang Intelijen Kejaksaan Negeri (Kejari) Ternate mulai melakukan pengumpulan data (puldata) dan pengumpulan bahan…
Polemik alokasi anggaran jaringan kanal senilai Rp40,8 miliar di Kabupaten Halmahera Timurl menjadi perhatian publik.…
Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda Laos, secara resmi membuka Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) V Maluku…