Ilustrasi Ramadan. Foto: Pixabay.com
Maluku Utara kembali mencatat capaian yang menarik. Setelah masuk dalam daftar provinsi dengan tingkat kebahagiaan masyarakat yang tinggi, daerah kepulauan ini juga menempati posisi teratas dalam Indeks Kesalehan Umat Beragama (IKsUB) yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag) RI.
Berdasarkan data 2025 tersebut, Maluku Utara mencatat skor 93,39. Angka ini menjadi yang tertinggi dibandingkan provinsi lainnya yang masuk dalam pengukuran indeks kesalehan umat beragama.
Di bawah Maluku Utara, terdapat Sumatera Selatan dengan skor 92,61, Nusa Tenggara Barat 90,91, Papua Barat 90,13, Nusa Tenggara Timur 89,53, Kalimantan Utara 89,45, dan Sulawesi Tenggara 89,37.
Secara nasional, Indeks Kesalehan Umat Beragama mencapai 84,61 dan berada dalam kategori sangat tinggi. Pengukuran ini tidak semata-mata melihat seberapa sering seseorang menjalankan ibadah, tetapi juga bagaimana nilai-nilai agama tercermin dalam kehidupan sosial.
Kemenag mengukur kesalehan melalui dua dimensi utama, yakni dimensi personal dan sosial. Dimensi personal berkaitan dengan ketaatan menjalankan ibadah, keyakinan, pengalaman spiritual, serta aspek kehidupan individu lainnya. Sementara dimensi sosial mencakup solidaritas, etika, kepedulian terhadap sesama dan lingkungan, serta keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat.
Pada pengukuran nasional, dimensi personal tercatat lebih tinggi dibandingkan dimensi sosial. Kemenag menilai kesalehan beragama idealnya tidak berhenti pada hubungan manusia dengan Tuhan, tetapi juga diwujudkan melalui perilaku yang memberikan manfaat bagi kehidupan bersama.
Capaian Maluku Utara dengan skor 93,39 menjadi gambaran positif mengenai kehidupan keberagamaan masyarakat di provinsi yang dikenal memiliki keragaman agama, budaya, dan tradisi tersebut.
Meski demikian, indeks tersebut merupakan hasil pengukuran berdasarkan indikator tertentu dan tidak dapat dimaknai sebagai ukuran tingkat keimanan setiap individu. Data tersebut lebih tepat dipahami sebagai gambaran umum mengenai praktik keberagamaan dan perilaku sosial masyarakat berdasarkan metodologi yang digunakan Kemenag.
Capaian ini menambah daftar prestasi Maluku Utara dalam sejumlah indikator sosial. Dengan masyarakat yang tersebar di berbagai pulau dan memiliki latar belakang budaya serta agama yang beragam, tingginya indeks kesalehan menjadi modal sosial penting untuk memperkuat kerukunan dan kehidupan bersama di Maluku Utara.
Harga Eceran Tertinggi (HET), Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Minyak Tanah di Pulau Taliabu,…
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara berencana akan memberikan sanksi berupa Surat Peringatan Kedua…
SD Negeri 8 Kota Ternate, Maluku Utara, menjadi salah satu sekolah dasar yang turut ambil…
Pemerintah Provinsi Maluku Utara menyatakan komitmen menjaga keanekaragaman hayati di tengah percepatan pembangunan dan maraknya…
Di usia 19 tahun, Komaruddin Nursi Kasman Abdul Rahim membawa sejarah Tobelo-Galela ke ruang akademik…
Satreskrim Polres Halmahera Utara menangkap seorang pria berinisial MA (24), yang diduga menjadi penadah kendaraan…