Kapolres Pulau Taliabu, Maluku Utara, AKBP Adnan Wahyu Kashogi. Foto: Istimewa/cermat
Seorang anggota kepolisian, Aiptu Justinus Gilbertus Matwan, yang bertugas di Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara, dilaporkan hilang sejak Jumat, 1 Mei 2026 dini hari.
Ia diduga memiliki riwayat gangguan psikologis serta penyakit pelupa.
Justinus diketahui menjabat sebagai PS Paurmin Bag SDM Polres Pulau Taliabu. Ia terakhir terlihat sekitar pukul 01.00 WIT.
Sebelum dinyatakan hilang, pada Kamis 30 April malam, Justinus berada di teras rumahnya hingga larut malam. Saat itu, seluruh pintu rumah dalam kondisi terkunci sehingga ia tidak dapat masuk.
Ketika penghuni rumah terlelap, sekitar pukul 01.00 hingga 05.00 WIT pada Jumat dini hari, Justinus tidak lagi terlihat di lokasi.
Kapolres Pulau Taliabu, AKBP Adnan Wahyu Kashogi, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut yang bersangkutan memiliki riwayat gangguan kesehatan.
“Sejak dilaporkan hilang, kami telah mengerahkan personel untuk melakukan pencarian. Hingga saat ini, yang bersangkutan belum ditemukan,” ujar Adnan, Sabtu, 2 Mei 2026.
Ia menambahkan, Justinus diketahui membawa sebuah ponsel saat terakhir terlihat.
Kapolres juga mengimbau masyarakat Pulau Taliabu untuk segera melapor apabila mengetahui keberadaan yang bersangkutan.
“Jika warga melihat atau mengetahui keberadaannya, mohon segera menghubungi call center 110 atau membantu menginformasikan kepada pihak keluarga agar yang bersangkutan dapat segera dipulangkan,” katanya.
Pemerintah Kota Ternate terus menggenjot pendataan kepesertaan dalam program perlindungan dan jaminan sosial. Upaya tersebut…
Wali Kota Ternate M Tauhid Soleman meninjau sejumlah program pembangunan yang dianggarkan dalam APBD di…
Hujan Tak Lagi Menggamit Kota September datang dengan matahari yang panjang menjemur jalan mengeraskan tanah…
Komisi Pemilihan Umum (KPU) di Pulau Taliabu, Maluku Utara giat sosialisasi Peraturan Komisi Pemilihan Umum…
240 guru di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara tidak lagi melakukan aktivitas belajar mengajar. Hal…
“Ake dege moi ka fo ahu [Setetes air untuk kehidupan]” Ungkapan penuh makna di atas…