Sastra

Gapolida; Pulau Hiri, Bahasa & Mantra

Oleh: Ramdan Sahib PERTEMUAN pertama saya dengan WDGafoer tidak terjadi secara langsung, melainkan lewat remah-remah kabar di media sosial, saat…

1 bulan ago

Putri Malu-Ku

Oleh: WDGafoer  “Pulaskah tidurmu malam ini, Putri Malu-Ku?” Apakah mimpimu masih tentang aku atau kita atau bukan itu semua. Apakah…

1 bulan ago

Buku dan Kutu-Kutu Buku

Oleh: WDGafoer “Sebuah buku seharusnya menjadi sebilah kapak yang sanggup memecahkan lautan beku dalam diri kita”. Guten menyodorkan sepenggal kutipan itu…

2 bulan ago

Antoine Roquentin: Semacam Muak Artifisial

Oleh: WDGafoer   Tak ada yang luar biasa dengan hal ini, inilah kesenangan kecil dari rasa muak: ia menyebar dari…

2 bulan ago

AFO : Pohon Terakhir Mahira

Oleh: Ema Emhade* "Lenna, akhir-akhir ini ngoni tertarik foto pohon. Kenapa? Kita so jarang kaufoto. Setiap ke rumah, sama Domma…

4 bulan ago

Di Ruang Sempit Pangaji Al-Ashfiya, Teater Bersuara

*oleh Zainuddin M. Arie     “Mestinya seni dapat didayagunakan dalam dunia edukasi, bukan sekadar tontonan dan hiburan sesaat" NADA…

2 tahun ago

Dua Puisi Sultan Musa Tentang Politik

TITIK  LAYAR  SINGGUNG ...adalah menghasilkan bunyi retakan pada titik singgung, terkadang berteriak keras beradu tepat di tengah dan keadaan pun…

3 tahun ago

Manusia Sastra dan Lingkungannya

*Oleh Rian Hidayat Husni    Para ahli sastra selalu mengemukakan bahwa bahan dari sebuah karya sastra ialah lingkungan yang hidup.…

3 tahun ago

Sehimpun Puisi M Wahib: Sang Pembual hingga Jejak Langkah Kota

*Oleh M. Wahib Sang Pembual atas nama peradaban diujung jalanan kota andalan suara sang pembual lantang mencabik-cabik lamunan para pemulung…

3 tahun ago

4 Puisi M Wahib Sahie

Meringis, Tanah Halmahera   menuju hutan membawa rakus tinggal bau menyengat, mengudara dibawa angin   dinding-dinding langit kian retak menyisakan…

3 tahun ago