Blues Indonesia Hari Ini
Indonesia tanah air beta
Tanah di mana tumpah darah
Darah-darah yang bercucuran akibat penggusuran, penindasan, persekusi, dan pembantaian oleh rezim fasis Indonesia.
Indonesia tanah air beta
Di sana tempat lahir beta dibuai dan dibesarkan dengan ketergantungan hutang setiap tahun pada antek asing.
Indonesia tanah air beta
Sungguh indah tanah air beta namun sakit hati beta melihat hutan, lautan, dan segala bentang alam telah dirusak atas nama Program Strategis Nasional.
Indonesia tanah air beta
Tempat beta berlindung dari penjahat berbaju teknokrat yang mengatasnamakan NKRI harga mati,
Namun menjual segala kekayaan sumber daya kepada pemilik modal dan kepentingan asing.
Indonesia tanah air beta
Yang selalu beta puja ketika saban senin
berdiri dibawah langit biru nan indah dan tersinari kulit beta yang terbakar oleh amarah Tuhan bahwa kita masih hidup dalam kemiskinan kota dan kesajahteraan yang delusi.
Elegi Agust 25
“Hiduplah Indonesia Raya”
Setiap saban tahun nyanyian kebanggan Indonesia Raya selalu dikumandangkan
Nyanyian akar rumput para martir yang dihabisi alat kekuasaan negara menjadi tangisan.
Mari kita nyanyikan “17 Agustus tahun 45 itulah hari kemerdekaan kita”
Kemerdekaan siapa yang dimaksud?
Affan Kurniawan? Saiful Akbar? Muhammad Akbar Basri? Sarina Wati? Rusdamiansyah? Rheza Sendy Pratama? Sumari? Andika Lutfi Falah? Iko Juliant Junior? Reno Syahputra Dewo? ataukah Muhammad Farhan?
Kemerdekan bagi kesebelas martir adalah ilusi negara
Nama mereka mungkin hanya angka bagi kekuasaan
Tapi nama mereka abadi sebagai simbol perjuangan menjadi martir.
Mari mengheningkan cipta
Bagi pejuang veteran
Bagi korban pembantaian 65
Bagi korban penghilangan paksa 98
Dan bagi para martir Agustus 25
Mengheningkan cipta, Mulai!
Sajak Demonstran: Perjuangan Menuju Martir
Gelanggang demonstran adalah pintu-pintu istana yang macet
Dimana mereka menuntut hak untuk hidup dan berdikari:
Sumarsih berdiri untuk kematian anaknnya saban kamis
Rakyat kendeng mempertahankan ruang hidupnya dari korporasi
Kawula muda rakyat Indonesia menagih janji 19 juta pekerjaan tapi direpresif.
O penguasa yang militeristik dan tiran
Demonstran adalah api perlawanan rakyat
Jangan kau halangi dan bungkam dengan berondongan senjata
Mereka akan hadir pada lintasan generasi dan berlipat ganda.
O penguasa kejam dan totalitarian
Demonstran ada untuk mengingatkan negara
Bahwa Republik ini telah dikuasai oleh para cukong-cukong
Melawan cukong berarti berhadapan dengan Rahwana:
Dia akan tumbang pada waktunya sebelum perjuangan menuju martir
—
Oleh: Rifaldi Eka Shaputra Tantu
Aktif menulis berbagai tulisan di platform media sosialnya. W.S Rendra adalah tokoh sekaligus inspirasi dari penulis menulis puisi ini.
Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) memasuki fase baru pengembangan ekosistem industri setelah Presiden Republik…
Kementrian Pertanian resmi mendistribusikan pupuk organik sebanyak 346,6 Ton untuk penanaman dan peremajaan kelapa di…
Jajaran Polres Pulau Morotai, Maluku Utara menyalurkan bantuan sembako kepada keluarga korban meninggal dunia akibat…
Oleh: Hendra Kasim BANYAK reaksi pasca Putusan MK No. 01/PHPU.PRES-XXIV/2026. Salah satunya datang dari…
Pengurus Pusat (PP) Himpunan Pelajar Mahasiswa Sula (HPMS) Periode 2026–2031 resmi dilantik Jumat, 9 Oktober…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menghentikan penyidikan dugaan tindak pidana korupsi belanja makan dan…