News

Pendaki Asal Jepang Tersesat Selama Empat Hari di Gunung Ibu

Pendaki asal Jepang yakni Takeshi Omori (64 tahun) dikabarkan tersesat di Gunung Ibu, Tobaru, Halmahera Barat, Maluku Utara, sejak 16 Agustus 2026. Wisatawan tersebut pun sempat minum air kencingnya sendiri dan diselamatkan oleh remaja-pemuda asal Tabaru.

Informasi hilangnya Takeshi itu awalnya beredar di WhatsApp grup Porter & Guide Tobaru; bahawa Takeshi mendaki tanpa didampingi porter pada 16 Agustus dan belum Kembali hingga tanggal 19. Setelah berdiskusi dalam grup, Christian Djangu (18) dan Geral Tibolo (17) remaja Desa Duono, juga Irham (22) Pemuda asal Gam Ici memberanikan diri melakukan proses pencarian.

“Awalnya saya baca informasi dalam Grup WhatsApp bahwa ada tamu  asal Jepang yang nginap di penginapan Bionuri, melakukan pendakian sendiri sejak tanggal 16 dan belum kembali ke penginapan. Sayapun minta salah satu anggota grup menuju ke penginapan Bionuri untuk memastikan informasi tersebut; mengambil foto dan video barang bukti berupa koper yang masih tertinggal. Setelah itu kami lakukan pertemuan di Desa Duono yang dihadiri oleh Christian, Irham, Geral, dan ada juga Kades dan aparat Desa. Dan akhirnya diputuskan untuk melakukan pencarian pada jam 12 malam,” ungkap Alexius Djangu, kordinator tim relawan, Jumat 21 Agustus 2026.

Setelah itu, kata Alexius, dengan peralatan seadanya, ketiga relawan ini melakukan pencarian pada malam hari dari Jalur Desa Duono. “Sementara itu, Saya selaku Kordinator tim melakukan pelaporan kepada pihak pengawasan orang asing untuk mengetahui identitas pendaki tersebut,” ungkapnya.

Kamis pukul 07.19 WIT Petugas Pengawas Orang Asing menemukan data keimigrasian WNA yang sedang tersesat, data identitas nya kemudia dikonfirmasikan lagi dengan petugas penginapan dan diketahui orangnya sama seperti yang ada pada foto identitas, ungkap Alexius.

Alexius bilang, sepanjang jalur pendakian, tim mendeteksi jejak kaki menuju puncak dan tidak ditemukan jejak turun. Pada pukul 08.52 WIT di ketinggian 700 MDPL tim menemukan petunjuk berupa tissu bekas yang ditinggalkan di jalan dan pada pukul 09.17 tim berhasil menemukan korban pada ketinggian 800 MDPL dalam keadaan lapar dan dehidrasi hingga terpaksa korban meminum air kencingnya sendiri, yang ia taru dalam botol kemasan.

“kamis pukul 09.17 WIT saya terima laporan bahwa korban telah ditemukan dalam keadaan lemas, kemudia saya kirim pesan suara dalam bahasa Jepang untuk menanyakan keadaan langsung kepada korban dan belian sempat merespons dengan suara yang kedengarnya sangat lemas. Tim juga melaporkan bahwa di sebagian tubuh korban terlihat luka goresan oleh karena itu saya segera meneruskan laporan ini kepada petugas pengawas orang asing di Ternate dan kepada pemerintah desa kemudian melakukan persiapan logistik dan pertolongn emergensi,” tambah alexius.

redaksi

Recent Posts

DPRD Morotai Setujui Perubahan APBD 2026, Pendapatan Naik Rp20,17 Miliar

DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, menyetujui Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perubahan Anggaran Pendapatan dan…

4 jam ago

Koalisi Desak Prabowo Temui Warga Terdampak Industri Nikel di Halmahera

Koalisi Indonesia Timur untuk Transisi Energi yang Adil dan Berkelanjutan mendesak Presiden Prabowo Subianto menemui…

9 jam ago

Formapas Malut Minta Penanganan Karhutla di Taliabu Secara Terpadu dan Berbasis Mitigasi

Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang melanda Pulau Taliabu, Maluku Utara, mendapat perhatian serius. Kobaran…

19 jam ago

DKP Morotai Buka Pendampingan Perizinan Rumpon bagi Kelompok Nelayan

Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pulau Morotai, Maluku Utara, membuka pendampingan bagi kelompok nelayan, Kelompok…

23 jam ago

AKP Joy Sianipar, Perwira Polda Maluku Utara yang Fokus Lindungi Anak

Nama AKP Joy Ananda Putra Sianipar, S.I.K., kini cukup dikenal dalam penanganan kasus tindak pidana…

1 hari ago

Pasang Baliho Sambut Kapolda, Warga Bido Morotai Meninggal Akibat Tersengat Listrik

Niat memasang baliho untuk menyambut kunjungan Kapolda Maluku Utara berujung petaka. Samuel Lagau (60), warga…

1 hari ago