Foto bersama usai penandatanganan nota kesepahaman oleh SMK N 3 Kota Ternate dan pihak Lembaga Kursus Noble Future Education (NFE). Foto: Istimewa
SMK Negeri 3 Kota Ternate menggandeng Lembaga Kursus Noble Future Education (NFE) dalam upaya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris siswa, khususnya penerima beasiswa Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM).
Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara SMK Negeri 3 Kota Ternate dan NFE pada Jumat, 21 Agustus 2026. NFE yang dikenal sebagai Program Kampung Inggris Maluku Utara ini berkedudukan di kawasan Benteng Oranje, Kota Ternate.
Kepala SMK Negeri 3 Kota Ternate, Mustamin Lila, mengatakan kerja sama tersebut menjadi langkah sekolah untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia (SDM), terutama siswa penerima beasiswa ADEM yang sebagian besar berasal dari wilayah tertinggal, terdepan dan terluar (3T), termasuk Pulau Taliabu.
Menurutnya, penguasaan bahasa asing penting untuk membuka peluang siswa melanjutkan pendidikan maupun bekerja di luar negeri. Program tersebut juga sejalan dengan upaya pemerintah mendorong pengembangan pendidikan vokasi melalui program seperti SMK Go Global.
“Kami ingin memberikan tambahan pembelajaran bahasa asing yang terbaik kepada siswa penerima beasiswa ADEM. Langkah ini harus cepat diambil agar SDM mereka dapat berkembang dan memiliki peluang bekerja di luar negeri,” kata Mustamin.
Ia menambahkan, penguatan kemampuan bahasa Inggris tidak berhenti pada pembelajaran di sekolah. Dalam waktu dekat, pihaknya juga akan mendapatkan sosialisasi dari Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) terkait peluang kerja bagi lulusan SMK di luar negeri.
Program pembelajaran bahasa Inggris ini akan menggunakan metode BRIFIA, yang merupakan pendekatan khas NFE dengan menggabungkan unsur Britain, Finland dan America. Teknis pembelajaran sepenuhnya akan disiapkan oleh pihak lembaga kursus.
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMK Negeri 3 Ternate, Muhamad Djisman Ohoiyuf, mengatakan program tersebut turut diinisiasi bersama pembina OSIS Dra. Ainun Kentji dan Kepala Perpustakaan Suhendro.
“Kami serahkan kepada Noble Future Education untuk teknis pembelajaran dan metode yang akan digunakan,” ujarnya.
Sementara itu, pimpinan Noble Future Education, Mohammad Taufik atau yang akrab disapa Ipox, mengatakan sekolah sebelumnya mengusulkan pembelajaran bahasa Inggris dua kali dalam sepekan. Namun, pihaknya menyiapkan program empat kali pertemuan setiap pekan.
Dari empat pertemuan tersebut, tiga kali pembelajaran akan berlangsung di sekolah dan satu kali di lembaga NFE. Setiap pertemuan berlangsung sekitar 90 menit setelah jam sekolah.
Ipox berharap para siswa dapat mengikuti program tersebut secara konsisten dan tidak sekadar mengikuti tren.
“Mudah-mudahan dong konsisten, jangan ikut budaya ‘iko-iko rame’ yang selalu saya pantau di lembaga saya,” katanya.
Ia menilai kemampuan bahasa asing menjadi salah satu bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi persaingan global.
“Masa depan tergantung pada kita. Kita sebagai anak-anak bisa membentuk jalan kita sendiri. Orang tua adalah support system, bukan judgment system atau decision system. Siapa yang bisa menguasai bahasa, maka dia akan menguasai dunia di era saat ini,” tandasnya.
Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Arif Budiman menemui Esau Sidemo (57), nelayan asal Desa Bido,…
Oleh: Dr. Yanuardi Syukur JIKA tak ada aral melintang, Kodam Moloku Kie Raha akan…
Oleh: Rahmat Mustari APA itu hilirisasi? Pendeknya, hilirisasi dapat dijelaskan sebagai berikut: proses mengolah hasil…
Sejumlah produk unggulan UMKM asal Maluku Utara turut tampil dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI)…
Blues Indonesia Hari Ini Indonesia tanah air beta Tanah di mana tumpah darah Darah-darah yang…
Pendaki asal Jepang yakni Takeshi Omori (64 tahun) dikabarkan tersesat di Gunung Ibu, Tobaru, Halmahera…