Gubernur Malut Sherly Tjoanda memberi sambutan dalam acara Launching Program Dinas Sosial. Foto: Istimewa
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menjalankan berbagai program strategis sepanjang tahun 2026 yang difokuskan pada pelayanan sosial, pemulihan pasca-bencana, penguatan ekonomi masyarakat, hingga pengendalian harga kebutuhan pokok menjelang Hari Raya Iduladha.
Hal itu disampaikan Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, saat memberikan keterangan kepada wartawan usai kegiatan di Benteng Oranje, Ternate, pada Senin, 25 Mei 2026.
Sherly mengatakan, melalui Dinas Sosial, Pemprov Malut saat ini tengah menyalurkan berbagai bantuan bagi masyarakat, mulai dari bantuan aksesibilitas hingga pemenuhan kebutuhan dasar.
“Programnya mencakup bantuan kaki palsu, kursi roda, tongkat, paket sembako, beasiswa, pasar murah, hingga pangan gratis menjelang Iduladha,” kata Sherly.
Tak hanya itu, pemerintah juga menyalurkan bantuan alat musik untuk sejumlah gereja yang terdampak gempa bumi di Maluku Utara.
Menjelang Iduladha, Pemprov Malut turut memastikan ketersediaan hewan kurban tetap aman. Sherly mengungkapkan, Maluku Utara memperoleh Bantuan Presiden sebanyak 11 ekor sapi dengan berat masing-masing sekitar satu ton.
“Sebanyak 10 ekor didistribusikan ke kabupaten/kota dan satu ekor untuk tingkat provinsi. Seluruhnya sudah diterima di daerah masing-masing,” ujarnya.
Selain bantuan dari pemerintah pusat, Pemprov Malut juga menyalurkan 100 ekor sapi bantuan daerah yang dibagikan secara simbolis ke 100 desa melalui masjid-masjid di wilayah Maluku Utara.
Terkait pemulihan rumah ibadah pasca-bencana, Sherly menegaskan pemerintah berkomitmen membantu proses rehabilitasi. Untuk pengadaan alat musik gereja ditangani melalui Dinas Sosial, sedangkan pembangunan fisik gereja dilakukan lewat dukungan dana Corporate Social Responsibility (CSR).
“Untuk renovasi dan pembangunan kembali gedung gereja, anggarannya berasal dari CSR dengan nilai miliaran rupiah. Saat ini masih tahap verifikasi lapangan dan diharapkan bulan depan pekerjaan fisik sudah dimulai,” jelasnya.
Di sektor ekonomi, Sherly memastikan harga kebutuhan pokok seperti cabai, tomat, dan ikan masih relatif stabil. Ketersediaan beras dan minyak goreng subsidi Minyakita juga disebut aman setelah stok di gudang Bulog kembali terisi.
Meski demikian, ia mengakui masih terjadi disparitas harga Minyakita di sejumlah wilayah kepulauan akibat keterbatasan infrastruktur logistik.
“Gudang Bulog aktif saat ini baru ada di Ternate dan Halmahera Utara. Ke depan setiap daerah idealnya memiliki gudang sendiri agar distribusi lebih merata,” katanya.
Pemprov Malut juga tengah mengupayakan agar pengiriman stok berikutnya dapat langsung masuk ke Halmahera Utara untuk memangkas jalur distribusi ke wilayah lain seperti Halmahera Barat.
Sementara terkait mahalnya harga LPG, Sherly menyebut persoalan tersebut dipengaruhi biaya logistik dan keterbatasan fasilitas pengisian di Maluku Utara.
“Saat ini pasokan LPG masih diambil dari Ambon karena di sana sudah ada stasiun pengisian. Kami juga sedang mengusulkan tambahan rute Tol Laut untuk menekan biaya distribusi,” ujarnya.
Di akhir keterangannya, Sherly belum memberikan jawaban pasti terkait isu pelantikan pejabat dan pengisian jabatan kosong di lingkup Pemprov Maluku Utara.
“Nanti tunggu saja kalau sudah waktunya,” pungkasnya sambil tersenyum.
Kasus HIV/AIDS di Pulau Morotai, Maluku Utara kembali mengalami peningkatan pada 2026. Rumah Sakit Umum…
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Sufari, membuktikan komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi tanpa…
Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate resmi menerima bantuan satu ekor sapi hewan kurban dari Presiden Republik…
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang telah…
RSUD Ir Soekarno Pulau Morotai, Maluku Utara disebut belum melunasi pembayaran obat kepada salah satu…
Malut United harus menutup kompetisi Super League musim 2025-2026 dengan hasil pahit usai dibantai Borneo…