News

50 Destinasi Wisata Taliabu Masuk Revisi Riparda 2026

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, merevisi dokumen Rencana Induk Pembangunan Pariwisata Daerah (Riparda) Tahun 2026 dengan memasukkan 50 destinasi wisata unggulan yang tersebar di berbagai wilayah.

Revisi ini dilakukan untuk mengakomodasi sejumlah objek wisata yang sebelumnya belum tercantum sekaligus memperkuat arah pengembangan pariwisata daerah.

Beragam destinasi yang masuk dalam revisi tersebut mencerminkan kekayaan alam dan budaya Pulau Taliabu, mulai dari wisata bahari, pantai, danau, hingga situs sejarah dan tradisi masyarakat. Sebagian besar objek wisata berada di desa-desa yang masih mempertahankan kearifan lokal dan keaslian lingkungannya.

Salah satu destinasi yang menonjol adalah Pulau Seho. Pulau seluas sekitar 1.250 hektare ini telah ditetapkan sebagai kawasan cagar alam yang menyimpan hutan hujan tropis dengan vegetasi khas seperti matoa dan palem.

Kawasan tersebut juga menjadi habitat berbagai satwa endemik, di antaranya kakatua alba dan nuri Ternate, sehingga memiliki potensi besar untuk pengembangan ekowisata.

Kepala Dinas Pariwisata Pulau Taliabu, Darlin Hamsaleh, mengatakan revisi Riparda diarahkan untuk mendorong pengembangan pariwisata berbasis desa.

Menurutnya, keunikan setiap desa menjadi daya tarik utama yang dapat meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus menggerakkan ekonomi kreatif masyarakat setempat.

“Melalui penguatan potensi dan kearifan lokal, wisatawan akan memiliki lebih banyak pilihan destinasi dengan karakter yang berbeda-beda. Inilah yang ingin kami tonjolkan, termasuk produk ekonomi kreatif yang lahir dari masyarakat desa,” ujar Darlin, sejak Kamis, 9 Juli 2026.

Dengan kekayaan panorama alam, budaya, dan sejarah yang dimilikinya, kata dia, Pulau Taliabu memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu tujuan wisata unggulan di Maluku Utara.

Revisi Riparda diharapkan menjadi landasan bagi pembangunan pariwisata yang berkelanjutan dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

redaksi

Recent Posts

Kopdes Merah Putih, Program Populis Sarat Polemik

Oleh: Dinda Rahma Al-Hujairah PEMERINTAH kembali meluncurkan langkah ambisius melalui program nasional pendirian 80.000 Koperasi…

7 jam ago

Gemusba Soroti Kesenjangan di Balik Pertumbuhan Ekonomi Maluku Utara

Generasi Muda Sultan Baabullah (Gemusba) menilai pertumbuhan ekonomi Maluku Utara yang mencapai 19,64 persen pada…

2 hari ago

Mendorong Tubo Jadi Kampung Tua di Ternate

Upaya memperkuat identitas Kelurahan Tubo sebagai salah satu kampung tua di Kota Ternate terus didorong…

2 hari ago

Kejati Maluku Utara Luncurkan Program PENYALA untuk Tingkatkan Kinerja Jaksa

Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara meluncurkan proyek perubahan bertajuk Peningkatan Kinerja SDM untuk Jaminan Kualitas…

2 hari ago

Ketika Salwa Salsabila Kharie Harumkan Nama Morotai Lewat Duta Ekobudaya Indonesia

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan putri daerah asal Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara. Salwa Salsabila Kharie,…

3 hari ago

Gapolida; Pulau Hiri, Bahasa & Mantra

Oleh: Ramdan Sahib PERTEMUAN pertama saya dengan WDGafoer tidak terjadi secara langsung, melainkan lewat remah-remah…

4 hari ago