Salwa Salsabila Kharie, mahasiswi Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Esa Unggul, terpilih sebagai Duta Ekobudaya Indonesia Batch 1, sebuah ajang nasional yang bertujuan melahirkan generasi muda sebagai agen pelestarian budaya dan lingkungan.
Salwa yang berasal dari Kecamatan Morotai Timur mengaku bangga dapat membawa nama daerahnya ke tingkat nasional. Melalui peran barunya sebagai Duta Ekobudaya Indonesia, ia berkomitmen memperkenalkan kekayaan sejarah, budaya, serta potensi alam Pulau Morotai kepada masyarakat yang lebih luas.
“Menjadi Duta Ekobudaya Indonesia bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga amanah untuk terus mengajak generasi muda mencintai budaya, menjaga lingkungan, dan berkontribusi melalui aksi nyata. Saya berharap dapat memperkenalkan potensi Morotai agar semakin dikenal, baik di tingkat nasional maupun internasional,” kata Salwa, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurutnya, budaya dan lingkungan merupakan dua warisan yang tidak dapat dipisahkan. Karena itu, keduanya harus dijaga secara bersamaan sebagai bagian dari identitas bangsa yang harus diwariskan kepada generasi mendatang.
Selain aktif menempuh pendidikan di Program Studi S1 Fisioterapi Universitas Esa Unggul dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,60, Salwa juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi kemahasiswaan dan sosial.
Ia dipercaya sebagai Wakil Kepala Bidang Kesarinahan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Universitas Esa Unggul, tergabung dalam Korps Sukarela (KSR) Universitas Esa Unggul, serta kerap menjadi master of ceremony pada berbagai kegiatan akademik maupun pengabdian kepada masyarakat.
Ia menilai, pengalaman berorganisasi dan terlibat dalam kegiatan sosial menjadi bekal penting untuk menjalankan perannya sebagai Duta Ekobudaya Indonesia.
Dirinya berharap kehadirannya dalam ajang tersebut tidak hanya menjadi prestasi pribadi, tetapi juga membuka ruang promosi bagi Pulau Morotai yang memiliki kekayaan budaya, sejarah, dan potensi wisata yang layak dikenal lebih luas.
Melalui semangat “Lestari Budayanya, Hijau Negerinya”, Salwa mengajak generasi muda Indonesia untuk terus menjaga keberagaman budaya sebagai identitas bangsa sekaligus menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai bagian dari gaya hidup.
“Generasi muda memiliki peran besar dalam menjaga budaya dan lingkungan. Saya berharap semakin banyak anak muda yang terlibat dalam gerakan pelestarian budaya dan menjaga kelestarian alam Indonesia,” ujarnya.
Prestasi yang diraihnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi masyarakat Morotai. Keberhasilannya di tingkat nasional diharapkan dapat menginspirasi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berprestasi, dan membawa nama baik daerah di berbagai bidang.
Oleh: Ramdan Sahib PERTEMUAN pertama saya dengan WDGafoer tidak terjadi secara langsung, melainkan lewat remah-remah…
Setelah bertahun-tahun menanti, tiga desa di Kecamatan Taliabu Selatan, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, akhirnya…
Pengelola Cagar Budaya Benteng Oranje, Kota Ternate, menyoroti masih rendahnya kesadaran masyarakat menjaga keselamatan dan…
Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur memastikan belum memiliki rencana untuk merumahkan maupun memberhentikan Pegawai Pemerintah dengan…
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara terus mendalami kasus tenggelamnya kapal tongkang…
Kebakaran melanda sebuah rumah di Lingkungan Sabia, RT 15, Kelurahan Sangaji, Kecamatan Ternate Utara, Kota…