Categories: News

Tak Dibantu Pemda, Pemain SSB dari Sula Patungan Ikut Turnamen Soekarno Cup

Pemain Sekolah Sepak Bola (SSB) Freedom dari Kepulauan Sula resmi diberangkatkan untuk mengikuti ajang Soekarno Cup-Tournament Festival Sepak Bola Usia Dini (FSUD) di Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara.

Ketua SSB Freedom Sula, Rafi Duwila mengatakan, anggaran keberangkatan mereka bersumber dari patungan orang tua anak didik SSB. Sementara, pihaknya enggan dibantu pemerintah daerah setempat.

“Ini bagian dari kerja sama orang tua anak didik. Masing-masing patungan untuk anak mereka yang mengikuti laga Soekarno Cup di Tikep,” kata Rafi Duwila kepada cermat, Rabu, 19 Juni 2024.

Rafi mengaku sudah tiga kali SSB Freedom Sula mengikuti kompetisi sepak bola di luar daerah, namun Pemda Kepulauan Sula tidak pernah mendonasikan anggaran.

“Kami sudah berulang kali memasukan proposal selama tiga kali (ke Pemda) untuk mengikuti turnamen, namun sampai saat ini hasilnya tetap nihil. Artinya, dari pemda sendiri tidak mau bantu,” ucap Rafi.

Sejauh ini, menurut ia, Pemda Sula hanya memberikan harapan palsu. “Jadi ketimbang ajukan proposal, mending kita mandiri saja,” ujarnya.

Salah satu orang tua didik pemain SSB Freedom Sula, Rindayani membenarkan bahwa keberangkatan anaknya mengikuti Turnamen FSUD di Tidore Kepulauan dari hasil patungan.

“Kami (orang tua didik) patungan perorang sebesar satu juta rupiah demi bakat dan potensi anak-anak kami. Ini inisiatif sendiri,” kata Rindayani.

Seperti orang tua lainnya, Rindayani mengaku besaran patungan tersebut dilakukan demi mendukung impian anak-anak mereka untuk menggapai cita-citanya. Dia juga mengaku menyesalkan sikap pemerintah daerah yang enggan memberi donasi.

“Untuk bakat dan cita-cita anak harus kita perjuangkan, selagi itu baik buat mereka. Tapi, sayangnya Pemda Sula tidak perihatin terhadap potensi sepak bola. Padahal, itu juga membawa nama baik Kepulauan Sula,” ujarnya.

Pemain Sriwijaya FC, M Ali Koroy turut menyesalkan tindakan pemda tersebut. Menurutnya, pemerintah sejatinya perlu mendukung bakat generasi emas sepak bola yang akan mengharumkan nama daerah mereka di masa mendatang.

“Seharusnya ada pandangan dan partisipasi dari Pemda Sula karena SSB ini dari Sula dan membawa nama Kepulauan Sula. Ya, minimal dilihat sedikit lah,” kaya M Ali.

Kehadiran SSB Freedom Sula, kata M Ali, di sisi lain akan mampu melahirkan bibit pesepak bola handal usia dini.

“Pengalaman itu penting dan apa yang dicita-citakan dapat terwujud. Sepak bola bukan hanya sekadar permainan, namu dapat membentuk kepribadian,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

BI Catat Transaksi Nontunai di Malut Terus Meluas

Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…

5 jam ago

Seorang Pemuda Halmahera Utara Hilang di Hutan Desa Sukamaju

Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…

5 jam ago

Malut Terima Rp397,8 Miliar Dari Pusat, Berapa Jatah untuk Kabupaten/Kota?

Pemerintah pusat mengucurkan dana Rp397,8 miliar kepada Maluku Utara pada 2026. Dana yang bersumber dari…

6 jam ago

IAIN Ternate dan ICMI Malut Bersinergi Perkuat Budaya Literasi Akademik

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate menggandeng Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah Maluku…

6 jam ago

El Nino Ancam Taliabu, Pemkab Siapkan Cadangan Air dan Satgas

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, mulai mengantisipasi ancaman kemarau panjang atau El Nino yang…

8 jam ago

Sempat Jadi Sorotan Publik, Polda Malut Hentikan Kasus Dugaan Penjualan Ore Nikel di Haltim

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maluku Utara menyatakan tidak menemukan unsur tindak pidana dalam…

8 jam ago