News

Tiga Desa Disiapkan Jadi Lokasi JIAT, Morotai Dapat Anggaran Rp34 Miliar

Tiga desa di Pulau Morotai, Maluku Utara, disiapkan menjadi lokasi pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang mendapat alokasi anggaran Rp34 miliar dari Kementerian Pekerjaan Umum melalui APBN Tahun Anggaran 2026.

Paket pekerjaan tersebut tercatat dengan nama Pembangunan Jaringan Irigasi Air Tanah pada Kabupaten Pulau Morotai. Berdasarkan data pengadaan, paket itu berada di bawah Satuan Kerja SNVT Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Maluku Provinsi Maluku Utara dengan pagu Rp34 miliar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Morotai, Tamhid Bilomengatakan, tiga lokasi tersebut yakni Desa Aha, Cucumare, dan Wewemo. Penentuan titik pembangunan dilakukan melalui koordinasi bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara.

“Untuk titik lokasi pembangunan itu kami bersama-sama dengan tim dari BWS, yaitu di Desa Aha, Cucumare, dan Wewemo,” kata Tamhid, saat dikonfirmasi cermat, Jumat, 11 September 2026.

Ia bilang, program JIAT tersebut ditargetkan dapat meningkatkan intensitas tanam sekaligus mendorong produktivitas pertanian. Kata dia, Pemerintah daerah menargetkan petani dapat melakukan penanaman hingga dua kali dalam setahun.

“Target tanam dua kali setahun, kemudian untuk luas lahan sawah 715 hektare. Dengan program JIAT ini kami berharap petani bisa meningkatkan produksi dan menambah pendapatan petani,” lanjutnya.

Sementara itu, staf BWS Maluku Utara, Sitogo, mengatakan pekerjaan tersebut masih berada dalam tahapan pengadaan. Karena itu, pihaknya belum mengetahui perusahaan yang nantinya akan menjadi pelaksana proyek.

“Untuk lokasinya itu nanti tanya di Dinas Pertanian, karena mereka yang punya lahan. Desa mana, desa mana itu mereka yang tahu,” kata Sitogo.

Terkait pelaksana, Sitogo menyebut kontraktor yang nantinya mengerjakan proyek tersebut berasal dari perusahaan BUMN. Namun, kata dia, nama perusahaan belum diketahui karena proses lelang belum dilakukan.

“Sementara untuk kontraktornya itu dari BUMN tapi tidak tahu BUMN yang mana karena belum dilelang,” ujarnya.

redaksi

Recent Posts

BookFest Maluku Utara 2026 Resmi Dibuka, 99 Buku Karya Penulis Lokal Diluncurkan

Festival Buku Maluku Utara atau BookFest Maluku Utara 2026 resmi dibuka di kawasan Benteng Oranje,…

3 jam ago

Warga Harap Gedung Serba Guna di Morotai Ini Kembali Dirawat

Sebuah gedung pertemuan lama di kawasan Morotai Selatan, Pulau Morotai, Maluku Utara, kini tampak mulai…

10 jam ago

OMC Maluku Utara Sasar Ternate-Tidore, BPBD Sebut Potensi Hujan Jadi Fokus

Pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di Provinsi Maluku Utara kembali diarahkan pada sejumlah wilayah yang…

11 jam ago

Polda Malut Dalami Dugaan Korupsi Perjadin, Sekwan hingga Sejumlah Anggota DPRD Ternate Diperiksa

Tim Penyidik Subdit III Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mulai mendalami…

11 jam ago

Sherly Tjoanda Perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca di Wilayah Maluku Utara

Sherly Tjoanda, Gubernur Maluku Utara memutuskan perpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 12 September sebab,…

1 hari ago

347 Hektare Lahan Terbakar di Morotai, Damkar Akui Kekurangan Armada

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Pulau Morotai, Maluku Utara, mencatat…

1 hari ago