News

347 Hektare Lahan Terbakar di Morotai, Damkar Akui Kekurangan Armada

Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (Satpol PP Damkar) Pulau Morotai, Maluku Utara, mencatat sebanyak 75 titik kebakaran telah ditangani sepanjang Januari hingga September 2026. Dari kejadian tersebut, luas lahan yang terdampak kebakaran mencapai sekitar 347 hektare.

Kasatpol PP Damkar Morotai, Akri Yuti Wijaya, mengatakan sebagian kebakaran terjadi di sekitar kawasan padat penduduk. Kondisi tersebut membuat petugas memprioritaskan lokasi yang berpotensi membahayakan permukiman warga.

“Dari 75 titik kebakaran tersebut, sebagian berada berdekatan dengan lokasi padat penduduk sehingga kami harus memprioritaskan pemadaman,” kata Akri, Kamis, 10 September 2026.

Menurutnya, tingginya kejadian kebakaran turut dipengaruhi musim kemarau yang berkepanjangan. Dalam penanganannya, petugas masih menghadapi keterbatasan personel maupun sarana pendukung.

Saat ini, kata dia, pihaknya hanya memiliki 16 personel yang terlibat dalam penanganan kebakaran. Petugas juga mengandalkan satu unit mobil pemadam kebakaran serta satu unit mobil suplai air milik Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim).

“Keterbatasan kita mulai dari mobil pemadam kebakaran, masker dan perlengkapan keselamatan, sumber air, sampai personel,” ujarnya.

Akri bilang, kebutuhan tambahan armada telah disampaikan kepada anggota DPR RI. Ia berharap Pemerintah Pusat dapat memberikan dukungan berupa kendaraan pemadam tambahan untuk memperkuat pelayanan di Morotai.

Kata dia, tambahan armada dibutuhkan terutama untuk wilayah kecamatan yang memiliki potensi kebakaran tinggi dan berada jauh dari pusat pelayanan pemadam.

“Kami cukup kesulitan mengakses kecamatan yang jaraknya jauh. Misalnya terjadi kebakaran di Morotai Timur, jarak tempuh menuju lokasi cukup jauh sehingga ketika petugas tiba, kondisi kebakaran bisa semakin parah,” jelasnya.

Ia berharap dukungan sarana dan prasarana pemadam kebakaran dapat segera dipenuhi, baik melalui Pemerintah Daerah maupun Pemerintah Pusat.

“Harapannya, setiap kekurangan dan keterbatasan fasilitas ini dapat dipenuhi oleh pemerintah, sehingga penanganan kebakaran di Morotai bisa lebih cepat dan maksimal,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Polri Bersama Gekrafs Lakukan MoU, Komitmen Lindungi Karya dan Dorong Potensi Ekraf

Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) bersama Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menjalin kerja sama melalui…

8 jam ago

Jaga Sumber Air, Perumda Ake Gaale Ternate Tanam 40 Bibit Pohon Sagu

Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Ake Gaale, Ternate, Maluku Utara tahun ini, sedang gencar-gencarnya…

9 jam ago

DIKSI ICMI Jadi Ruang Refleksi 27 Tahun Perjalanan Maluku Utara

Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Provinsi Maluku Utara, CIDES ICMI Maluku Utara berkolaborasi dengan…

1 hari ago

Pangan Murah Siap Hadir di Morovest 2026

Membantu meringankan belanja masyarakat, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pulau Morotai, Maluku Utara, menyiapkan Gerakan…

1 hari ago

Dinkes Sediakan Posko Kesehatan Gratis 24 Jam Selama Morotai Festival 2026

Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes-KB) Pulau Morotai, Maluku Utara, menyiapkan posko pelayanan kesehatan gratis…

1 hari ago

Siswa SRD 7 Kunjungi Kedaton, Sultan Tidore Ajak Tanamkan Cinta Tanah Air

Sultan Tidore, H. Husain Alting Sjah, SE., MM., menerima rombongan siswa Sekolah Rakyat Dasar (SRD)…

2 hari ago