News

Tiga Orang Meninggal Dunia Saat Kebakaran di Tobelo

Peristiwa kebakaran sejumlah toko hingga kosan di Rawajawa, Tobelo, Halmahera Utara, Maluku Utara menjadi duka mendalam. Tiga perempuan pun menjadi korban kejadian nahas ini. Mereka adalah Yulesti Dalangi (34 tahun) karyawan di salah satu Gudang kopra, dan dua orang pelajar yakni Cici Moloku (18 tahun), dan Chelsi Sisipo (18 tahun).

Hingga kini, Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Utara (Halut), terus mendalami peristiwa kebakaran dahsyat itu, yang menghanguakan sejumlah toko yang menjual perabotan rumah tangga, pakaian, serta indekost, Jumat (03/06), sekira pukul 12.30 WIT.

Jumlah toko yang hangus terbakar kurang lebih 10 unit. Ditambah indekost yang memiliki 17 kamar, 14 unit lapak pakaian, dan 1 rumah makan. Selain itu, sebanyak tiga unit sepeda motor yang berada dalam area kos-kosan dan dua unit mobil jenis hilux pickup dan dump truck yang berada di depan toko, hangus terbakar. Total kerugian ditaksir miliaran rupiah.

Sampai saat ini, belum diketahui pasti penyebab kebakaran. Meski begitu, dari beberapa kesaksian sudah dikantongi pihak kepolisian, dari warga dan beberapa saksi mata.

Linda (22 tahun), salah satu karyawan toko yang terbakar mengatakan, ia sempat melihat api dari plafon toko. Saat itu, dirinya hanya bisa berlari keluar toko dan meminta pertolongan. Dia mengaku, saat kejadian, hanya dia sendiri menjaga toko berisi perlengkapan mebeller itu. Sementara pemilik sedang menunaikan salat Jumat.

Saksi lainnya, Yanto (39 tahun) mengaku, ia menjadi orang yang sangat terpukul dengan peristiwa tersebut. Sebab, istrinya, Yulesti Dalangi (satu dari tiga korban), warga Desa Pediwang, Kecamatan Kao Utara, menjadi korban hingga meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.

Yanto bilang, ia dan almarhumah isterinya juga penghuni indekost yang terbakar. Kosan tersebut memiliki 17 kamar, berada tepat di belakang salah satu toko yang terbakar pula.

“Kos-kosan itu hanya memiliki satu pintu masuk dari depan toko, jadi api berasal dari toko bagian depan,” kata Yanto, berdasarkan keterangannya kepada pihak polisi.

Saat kejadian, Yanto sedang tidak berada di dalam kamar, namun masih di area kos-kosan. Sebagaimana keterangannya, hanya istrinya yang sedang berada di kamar kost.

Yanto bahkan sempat mendengar isterinya meminta tolong sebanyak 4 kali. Melihat api yang sudah sangat membesar, Yanto berupaya untuk keluar dan meminta pertolongan kepada operator eksavator yang terparkir di belakang kos – kosan. Dia ingin membongkar dinding kamar. Sayang upayanya tidak membuahkan hasil.

Yanto juga menyebut, saat kepulan asap semakin tebal serta api yang sudah semakin membesar, dirinya terus berupaya menolong sang istri.

Dia bahkan mengambil sebuah pipa paralon dengan panjang 4 meter dengan maksud menjulurkan kepada istri agar dapat berpegangan dan menariknya keluar. Upaya tersebut gagal. Yanto terpaksa menyelamatkan diri dengan berlari keluar karena api sudah semakin membesar.

Selain istri Yanto, dua pelajar yakni Cici Moloku dan Chelsi Sisipo yang berasal dari Desa Tagalaya, Kecamatan Tobelo, ikut menjadi korban.

“Kedua pelajar itu sudah duduk di bangku kelas III SMA. Kabarnya lagi keduanya memiliki hubungan saudara. Ibu mereka bekerja di salah satu supermarket di Tobelo,” ungkapnya.

Kepala Desa Rawajaya M Iksan Madu mengatakan, saat terjadi kebakaran, ketiga korban sedang berada di dalam kamar indekost. Korban tidak bisa keluar karena pintu keluar kos-kosan hanya satu, yakni melalui pintu utama toko yang terbakar. Sementara kobaran api diduga bermula dari depan ruko tersebut.

“Kos-kosan itu berada di belakang ruko yang terbakar. Pada saat kejadian ketiga korban tidak bisa lagi melarikan diri karena kobaran api di depan ruko mulai membesar,” jelasnya.

“Suami Yulesti saat peristiwa terjadi sedang berada di luar kos-kosan. Sedangkan ibu dari kedua anak itu juga sedang bekerja di salah satu swalayan di Tobelo,” ungkap Iksan.

“Setelah pemadaman kobaran api oleh dua unit damkar ditambah mobil tangki air dari PDAM, ketiga korban langsung di evakuasi oleh pihak Kepolisian ke RSUD. Suami korban pun langsung menuju ke Polres Halut. Kami juga belum mengetahui penyebab dari kebakaran tersebut. Kita menunggu keterangan dari pihak kepolisian,” tuturnya.

redaksi

Recent Posts

Polisi: Tidak Ada Peluru Tajam di Aksi Protes Warga Banemo, Halteng

Polda Maluku Utara menegaskan personelnya tidak menggunakan peluru tajam dalam operasi pengamanan protes dan penangkapan…

18 jam ago

Kapolda Malut Minta Masyarakat Tak Terprovokasi soal Pengamanan Warga di Banemo

Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman meminta masyarakat tidak terprovokasi menyusul pengamanan sejumlah warga…

18 jam ago

Dishub Klaim Perbaikan 75 Titik PJU di Ternate Rampung Akhir 2026

Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Ternate memperbaiki 75 titik penerangan jalan umum (PJU) yang mengalami gangguan…

20 jam ago

Lestarikan Alam, Pertamina Tanam Terumbu Karang di Laut Jambula

Upaya menjaga ekosistem laut di wilayah pesisir Kota Ternate kembali dilakukan melalui penanaman terumbu karang…

21 jam ago

OJK Malut Terima Lagi Aduan Kerugian Investasi, 12 Warga Korban

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Maluku Utara kembali menerima pengaduan terkait dugaan investasi ilegal bernama Investasi…

22 jam ago

NHM Peduli Skrining 29 Anak dan Balita Stunting di Lima Kecamatan Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) melalui program NHM Peduli kembali melakukan skrining kesehatan terhadap anak…

1 hari ago