Dr. Graal meninjau pembangunan KNMP di Desa Bajo, Sula. Foto: Istimewa
Anggota DPD RI Daerah Pemilihan (Dapil) Maluku Utara, Dr. R. Graal Taliawo kembali turun ke lapangan untuk menunaikan fungsi pengawasannya sepanjang April hingga Mei 2026.
Kali ini, Senator yang dikenal konsisten mengawal isu daerah kepulauan ini menyambangi Kabupaten Kepulauan Sula. Wilayah ini menjadi kabupaten/kota ke-9 yang ia kunjungi sejak resmi menjabat pada Oktober 2024 lalu.
Selain melaporkan kinerjanya secara transparan dan bersambung rasa dengan warga, kedatangan Graal bertujuan memastikan kebijakan Pemerintah Pusat di Sula berjalan tepat sasaran.
“Bulan ini giliran Kabupaten Kepulauan Sula. Kitong bakudapa deng basudara samua lalu dengarkan dong pe keluhan atau koreksi jika ada yang kurang-kurang atas kebijakan Pemerintah Pusat di Sula. Biasanya, daerah yang tidak terjangkau mata kerap minim pengawasan,” ungkap Dr. Graal kepada cermat.
Sebagai anggota Komite II DPD RI, Graal memfokuskan pengawasannya pada sektor vital daerah, mulai dari perikanan, pertanian, pertambangan, hingga infrastruktur.
“Kitong awasi implementasi kebijakan di bidang-bidang tersebut. Salah satunya melalui turun langsung dan bacarita deng warga,” jelas Doktor Ilmu Politik lulusan Universitas Indonesia (UI) ini.
Pastikan Proyek KNMP Desa Bajo Tepat Waktu
Di Sula, salah satu agenda krusial Dr. Graal adalah memantau langsung progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) Tahap 2 tahun 2025 di Desa Bajo. Program prestisius dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini difokuskan untuk pengembangan sektor perikanan tangkap.
Usai menggelar diskusi hangat bersama warga, tokoh masyarakat kelahiran Wayaua, Bacan ini langsung bergerak meninjau lokasi proyek di pesisir pantai.
“Akhir tahun lalu saya cek lokasi KNMP di Desa Sangowo Timur, Morotai. Sekarang saya cek KNMP di Desa Bajo, Sula. Kitong mesti pastikan pengerjaannya tepat waktu, jangan sampai berlarut alias molor,” tegas Graal.
Dari hasil dialognya dengan pemerintah desa dan perwakilan kontraktor, Graal mengantongi catatan mengenai tantangan geografis yang dihadapi di lapangan, terutama fenomena alam pasang surut air laut. Karena kawasan Desa Bajo berada di atas wilayah laut, pengerjaan fondasi fisik sangat bergantung pada momentum air surut.
“Ini tantangan tersendiri bagi pembangunan di daerah kepulauan. Para pekerja menyampaikan tetap berupaya mengoptimalkan pembangunan agar bisa selesai tepat waktu meski berhadapan dengan tantangan alam yang ada,” tambahnya.
KNMP: Jawab Keluhan Nelayan dari Hulu ke Hilir
Program KNMP besutan Menteri KKP Sakti Wahyu Trenggono dinilai Graal sebagai lompatan kebijakan yang sangat komprehensif. Berbeda dengan pola bantuan masa lalu yang cenderung parsial dan rentan salah sasaran, KNMP menyentuh ekosistem perikanan secara utuh dari hulu ke hilir.
“Dulu kebijakan untuk nelayan cenderung instan, hanya bagi-bagi body fiber atau alat tangkap, lalu selesai. Sering kali tidak efektif. Sekarang melalui KNMP, dukungannya menyeluruh: mulai dari dermaga, armada kapal, Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN), bengkel, cold storage, balai pelatihan, hingga sentra kulinernya,” papar Graal.
Sebagai bukti konkret, Graal mencontohkan kesuksesan proyek percontohan KNMP di Samber Binyeri, Biak Numfor, Papua, yang berhasil mendongkrak pendapatan nelayan lokal secara signifikan hingga 89%.
Asa Baru Warga Desa Bajo
Kehadiran program ini memantik antusiasme luar biasa dari masyarakat nelayan di Desa Bajo yang selama ini merasa luput dari perhatian program pusat.
“Kami menyambut baik program Kampung Nelayan Merah Putih ini. Harapannya bisa bantu tong pe perbaikan kesejahteraan secara utuh,” aku salah seorang warga di sela-sela kunjungan.
Warga lainnya turut meluapkan rasa syukurnya. “Selama ini kitong tara pernah dapa bantuan dari Pemerintah. Kali ini kitong pe desa maso jadi Kampung Nelayan Merah Putih, tong sangat bersyukur dan berharap ini bisa bantu kitong pe kehidupan ke depan.”
Menutup kunjungannya, legislator yang populer dengan gerakan Politik Gagasan ini mendorong Pemerintah Daerah, baik tingkat Kabupaten maupun Provinsi, untuk lebih agresif memetakan dan mengusulkan desa-desa potensial di Maluku Utara pada gelombang pendaftaran KNMP berikutnya.
Ia menegaskan komitmennya untuk pasang badan memberikan pengawalan politik di tingkat kementerian demi memperjuangkan kuota bagi Maluku Utara.
“Ke depan, saya selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan Pemda melalui dukungan secara politik yang bisa saya lakukan kepada KKP. Kitong mesti gabung jurus untuk mewujudkan kepentingan masyarakat Maluku Utara. Nelayan Maluku Utara harus mandiri, berdaya saing, dan sejahtera,” pungkas Dr. Graal optimis.
Pemerintah Kota Ternate menyatakan terus mematangkan persiapan sebagai tuan rumah Rakernas Jaringan Kota Pusaka Indonesia…
Pemerintah Provinsi Maluku Utara mulai menjalankan berbagai program strategis sepanjang tahun 2026 yang difokuskan pada…
Kasus HIV/AIDS di Pulau Morotai, Maluku Utara kembali mengalami peningkatan pada 2026. Rumah Sakit Umum…
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Maluku Utara, Sufari, membuktikan komitmennya dalam memberantas tindak pidana korupsi tanpa…
Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate resmi menerima bantuan satu ekor sapi hewan kurban dari Presiden Republik…
Kapolda Maluku Utara, Brigjen Pol. Arif Budiman, menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai program yang telah…