Sulaiman, salah seorang penarik bentor di Pulau Morotai, Maluku Utara. Foto: Aswan/cermat
Nasib malang harus menimpa para tukang bentor di Pulau Morotai, Maluku Utara, yang mengaku penghasilannya menurun saat bulan suci ramadan.
Para pengendara becak-motor ini mengaku punya penghasilan miring lantaran aktivitas masyarakat memang cukup sepi.
“Sudah beberapa hari puasa ini sepi sekali, untuk dapat 50 ribu saja susah, saya keluar dari jam 11 hingga jam 5 sore itu baru dapat 35 ribu,” kata Sulaiman, seroang penarik bentor, kepada cermat, Rabu, 20 Maret 2024.
Sulaiman mengaku tetap semangat menjalankan aktivitasnya walau tak seperti biasanya.
Ia bilang, pendapatannya per hari hanya bisa dipakai untuk kebutuhan membeli takjil.
“Mudah-mudahan di malam qunut dan seterusnya sudah mulai ramai aktivitas warga, biar pendapatan kami bisa menambah,” ujarnya.
Sekadar diketahui, ada sekitar 200 bentor yang beraktivitas di Pulau Morotai. Mereka sering mangkal di Taman Kota Daruba.
Bentor memang menjadi transportasi lokal yang familiar di Maluku Utara. Selain di Morotai, transportasi ini juga dapat dijumpai di daerah lain.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara menjerat mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, dengan pasal berlapis…
Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar serangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara…
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara resmi menahan mantan Bupati Pulau Taliabu, Aliong Mus, usai menjalani…
Fenomena kemunculan ular piton raksasa di kawasan permukiman hingga menyerang warga saat berangkat ke kebun…
Tim penyidik Subdit V Siber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Maluku Utara mengungkap…
Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Kepulauan Sula menuntut tiga terdakwa kasus dugaan korupsi anggaran…