Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Halmahera Timur, Ricky Chairul Richfat. Foto: Istimewa
Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Ricky Chairul Richfat, resmi menutup Dodaga Open Tournament yang berlangsung di Desa Dodaga, Kecamatan Wasile Timur, Kabupaten Halmahera Timur.
Penutupan turnamen sepak bola pada Minggu, 30 Agustus 2026, tersebut turut dihadiri Sekretaris Umum KONI Haltim, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Haltim, Camat Wasile Timur, Camat Wasile, Kapolsek Wasile, Danramil Wasile, Kepala Desa Dodaga, serta masyarakat dan pencinta sepak bola.
Dalam turnamen tersebut, PS Mekar Sari dari Kecamatan Wasile berhasil keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati tim Desa Buli, Kecamatan Maba.
Sementara itu, dua tim yang mewakili Desa Dodaga berhasil mengamankan posisi ketiga dan keempat. PS Tabadoklo menempati peringkat ketiga, sedangkan Eklesia Junior harus puas di posisi keempat.
Ketua Umum KONI Haltim, Ricky Chairul Richfat, mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurutnya, kompetisi di tingkat desa memiliki peran penting dalam mendorong pembinaan olahraga sekaligus menjadi ruang bagi para pemain muda untuk mengembangkan kemampuan.
Ricky yang juga menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Halmahera Timur itu berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan pengelolaan yang semakin baik.
“Turnamen seperti ini bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi wadah untuk mencari dan membina bibit-bibit atlet sepak bola di Halmahera Timur,” ujarnya.
Ia mengatakan, KONI Haltim akan terus mendorong perkembangan olahraga di daerah, termasuk melalui kompetisi-kompetisi yang melibatkan masyarakat hingga tingkat desa.
Menurutnya, semakin banyak kompetisi yang digelar secara teratur, semakin besar pula peluang munculnya talenta-talenta baru yang nantinya dapat memperkuat tim sepak bola Haltim pada berbagai ajang.
Ricky juga menyampaikan apresiasi kepada panitia, pemerintah desa, aparat keamanan, para peserta, dan masyarakat yang telah mendukung sehingga Dodaga Open Tournament dapat berjalan dengan baik hingga selesai.
“Yang paling penting adalah bagaimana semangat berkompetisi ini tetap dijaga, sekaligus menjunjung tinggi sportivitas dan kebersamaan,” katanya.
Dengan berakhirnya Dodaga Open Tournament, KONI Haltim berharap geliat kompetisi sepak bola di tingkat desa terus tumbuh dan menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga secara berjenjang di Kabupaten Halmahera Timur.
Oleh: Yanuardi Syukur PENEGAKAN hukum kembali menunjukkan taringnya di wilayah timur Indonesia. Personel Satresnarkoba…
Kepala SD Negeri 8 Kota Ternate, Dede Ferdian Rosita, S.Pd., M.Pd., turun langsung mendampingi siswa-siswinya…
Aroma minyak cengkih yang dipamerkan di salah satu stan Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia…
Sejarah Ternate tidak hanya tersimpan dalam benteng, kedaton, masjid, maupun situs bersejarah. Jejak perjalanan kota…
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu mobil dan empat sepeda motor di kawasan Kota Baru,…
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate tidak hanya menjadi…