Momen Kepala Sekolah SDN 8 Kota Ternate, Dede Ferdian Rosita (tengah) saat mendampingi siswanya di Karnaval Budaya JKPI 2026. Foto: Rajif Sahib/cermat
Kepala SD Negeri 8 Kota Ternate, Dede Ferdian Rosita, S.Pd., M.Pd., turun langsung mendampingi siswa-siswinya dalam Pawai Budaya dan Karnaval Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) 2026 di Kota Ternate.
Dede bersama jajaran guru memastikan para siswa tetap aman, tertib, dan mengikuti seluruh rangkaian karnaval dengan penuh semangat. Siswa SDN 8 Ternate tergabung dalam barisan Delegasi Khairun (Khairun) pada kegiatan yang melibatkan peserta dari berbagai kalangan tersebut.
Ia memastikan pendampingan menjadi perhatian penting karena sebagian siswa yang mengikuti karnaval masih duduk di kelas satu. Meski masih berusia dini, mereka terlihat antusias mengikuti pawai dari awal hingga selesai.
Sepanjang perjalanan, para siswa tampak ceria. Mereka sesekali menari dan meneriakkan “Yeaah!” bersama-sama sehingga barisan SDN 8 Ternate terlihat semakin semarak di tengah suasana karnaval.
Dede mengatakan, keterlibatan siswa dalam kegiatan tersebut bukan hanya untuk memeriahkan Rakernas JKPI, tetapi juga menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk belajar mengenal budaya daerah secara langsung.
“Kami mendampingi anak-anak agar mereka bisa mengikuti kegiatan dengan aman dan tertib. Ini menjadi pengalaman berharga bagi mereka untuk mengenal budaya dan belajar bersosialisasi di luar lingkungan sekolah,” ujar Dede kepada cermat usai karnaval, Sabtu, 29 Agustus 2026.
Dalam karnaval tersebut, para siswa mengenakan busana adat Ternate. Penampilan itu sekaligus menjadi cara sederhana untuk mengenalkan kekayaan budaya daerah kepada masyarakat.
Menurut Dede, pengenalan budaya sejak usia dini penting untuk menumbuhkan rasa bangga terhadap identitas daerah. Anak-anak diharapkan tidak hanya mengenal budaya melalui pembelajaran di kelas, tetapi juga melalui pengalaman langsung.
“Kami ingin anak-anak sejak dini mengenal, mencintai, dan bangga terhadap budaya Ternate. Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman langsung kepada mereka,” katanya.
Selama pawai, para guru turut mengawal siswa agar tetap berada dalam barisan dan mengikuti arahan panitia. Pendampingan tersebut juga dilakukan untuk memastikan kondisi siswa, khususnya mereka yang masih duduk di kelas awal, tetap terjaga.
Keikutsertaan SDN 8 Ternate dalam Karnaval JKPI 2026 pun menjadi pengalaman tersendiri bagi para siswa. Selain mengenal budaya, mereka belajar tentang kedisiplinan, kebersamaan, keberanian tampil di depan publik, serta pentingnya menjaga identitas budaya daerah.
Keceriaan siswa dalam balutan busana adat Ternate menjadi bagian dari semarak Karnaval JKPI 2026. Dari pengalaman tersebut, sekolah berharap tumbuh generasi yang tidak hanya mengenal budaya Kie Raha, tetapi juga memiliki kemauan untuk menjaga dan melestarikannya.
Aroma minyak cengkih yang dipamerkan di salah satu stan Rakernas XII Jaringan Kota Pusaka Indonesia…
Sejarah Ternate tidak hanya tersimpan dalam benteng, kedaton, masjid, maupun situs bersejarah. Jejak perjalanan kota…
Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu mobil dan empat sepeda motor di kawasan Kota Baru,…
Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) di Kota Ternate tidak hanya menjadi…
Maluku Utara kembali mencatat capaian yang menarik. Setelah masuk dalam daftar provinsi dengan tingkat kebahagiaan…
Harga Eceran Tertinggi (HET), Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis Minyak Tanah di Pulau Taliabu,…