News

Wagub Malut Tegaskan Bentrok Halteng Bukan soal Sara, Sebut Situasi Mulai Kondusif

Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, menegaskan bahwa bentrok antarwarga dua desa di Halmahera Tengah bukanlah insiden berbau Sara. Sarbin menyebut peristiwa tersebut murni merupakan pertikaian antarkampung yang dipicu aksi spontanitas warga.

“Apa yang terjadi di Desa Banemo dan Desa Sibenpopo itu tidak ada hubungan dengan soal sara,” tegas Sarbin dalam sambutannya saat menghadiri musyawarah Taekwondo Malut di Ternate, Senin, 6 April 2026.

Sarbin menyatakan bahwa idak ada aksi pengusiran karena perbedaan latar belakang agama maupun etnis, sebab kedua desa tersebut memiliki keragaman penduduk yang selama ini hidup berdampingan.

Konflik ini bermula dari meninggalnya seorang tokoh masyarakat asal Desa Banemo. Almarhum ditemukan meninggal dunia dengan luka senjata tajam saat sedang berkebun.

Peristiwa ini kemudian memicu dugaan dan fitnah di tengah masyarakat yang mengaitkannya dengan warga Desa Sibenpopo karena adanya perselisihan sebelumnya.

Emosi warga yang tersulut kemudian berujung pada aksi penyerangan massal ke Desa Sibenpopo pada Jumat pagi. Akibatnya, sekitar 83 rumah warga di Desa Sibenpopo hangus terbakar.

Merespons laporan yang masuk pada Jumat, 3 April 2026, Sarbin mengaku langsung berkoordinasi dengan Kapolda dan Danrem untuk menuju lokasi kejadian. Setibanya di wilayah antara Dote dan Sibenpopo, tim menemukan sekitar 200 warga yang melarikan diri ke hutan untuk menyelamatkan diri.

“Saya lihat ada 200 orang keluar dari hutan jam 12:15 malam. Saya bilang ke Pak Wakapolda dan Pak Danrem, saya tidak lagi menunggu perintah atau koordinasi pemda kabupaten, saya selesaikan dulu pengungsi ini karena ini soal nyawa,” ujar Sarbin.

Warga yang terdiri dari lansia, anak-anak, hingga ibu hamil tersebut dievakuasi menggunakan mobil dinas Wagub dan kendaraan petugas ke empat desa terdekat untuk mendapatkan perlindungan dan logistik.

Saat ini, kata dia, kondisi Halmahera Tengah dilaporkan mulai kondusif. Tokoh agama dan masyarakat Desa Banemo telah menyampaikan permohonan maaf secara terbuka dan menyatakan kesiapan untuk menerima kembali warga Sibenpopo.

Namun, Sarbin menekankan bahwa proses pertemuan kedua belah pihak memerlukan waktu demi pemulihan psikologis korban yang kehilangan tempat tinggal.

“Kita tunggu secara psikologis. Mereka rumahnya dibakar, mengungsi, kembali dengan tidak ada apa-apa lagi. Itu butuh penyesuaian dan proses waktu,” jelasnya.

Di sisi lain, Maluku Utara juga tengah berduka akibat gempa bumi berkekuatan 7,6 SR yang berdampak di Batang Dua, Ternate, dan sekitarnya. Wagub mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak terprovokasi oleh informasi hoaks di media sosial.

“Mari kita hiasi ruang publik kita dengan narasi yang humanis, moderat, dan toleran. Jangan ikut terprovokasi di tengah suasana kebatinan saudara-saudara kita yang sedang susah,” pungkas Sarbin.


Reporter Eko Pujianto K. Sahib

redaksi

Recent Posts

Disperindag Ternate Siapkan Pusat Oleh-Oleh dan Pameran UMKM Selama Pelaksanaan Rakernas JKPI

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Ternate menyiapkan berbagai produk UMKM lokal untuk menyambut tamu…

6 jam ago

Rakernas JKPI, Disperindag Pastikan Pusat Kuliner Ternate Nyaman Bagi Pengunjung

Pemerintah Kota Ternate mematangkan persiapan menjelang rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) dengan membenahi…

7 jam ago

Sambut Tamu JKPI, Disperindag Ternate Benahi Pusat Kuliner Belakang Mall

Pemerintah Kota Ternate terus mematangkan persiapan menjelang rangkaian kegiatan Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). Salah…

7 jam ago

Ini Capaian Dinkes Taliabu Soal Cek Kesehatan Gratis

Cek Kesehatan Gratis (CKG) di Pulau Taliabu berada pada angka 50,15 persen dari target capaian…

19 jam ago

Pemda Haltim Dapat Hibah Mobil Damkar Canggih Buatan Korea Selatan dari Kemendagri

Pemerintah Kabupaten Halmahera Timur resmi menerima hibah satu unit mobil pemadam kebakaran berteknologi modern dari…

21 jam ago

Dinas PUPR Taliabu Usulkan Anggaran 6 Miliar untuk Rehabilitas Infrastruktur

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Pulau Taliabu, Maluku Utara mengusulkan anggaran rehabilitas infrastruktur…

21 jam ago