Kasat Reskrim Polres Pulau Morotai, Iptu Ismail Salim. Foto: Istimewa
Tiga orang pemilik toko di Pulau Morotai, Maluku Utara, resmi menjalani pemeriksaan terkait kasus pengurangan takaran minyak goreng subsidi atau minyakita yang diperdagangkan.
Kasatreskrim Polres Pulau Morotai, Maluku Utara, IPTU Ismail Salim menyebut, ketiga orang itu adalah pemilik toko Faija, Dodola dan toko Bijaksana.
Ismail bilang, minyakita bermasalah tersebut sebelumnya telah beredar di Morotai sejak Februari 2025 dengan total sekitar 4.000 galon.
Modus kejahatannya adalah menjual minyak dengan label 5 liter seharga Rp 85 ribu, padahal takaran isinya hanya 3,2 liter.
“Sementara pengajuan gelar perkara di Krimsus Polda, jadi kasus ini tetap diproses karena masyarakat Morotai telah dirugikan puluhan juta atau Rp70 juta lebih,” ungkapnya kepada cermat, Rabu, 6 Agustus 2025
Menurut ia, dalam perkara ini terus diusut lantaran terdapat tindak pidana memperdagangkan barang tidak sesuai takaran. Ia pun memastikan pelaku kasus itu segera ditetapkan sebagai tersangka.
“Dan akan ditetapkan pelakunya. Tapi nanti setelah gelar perkara,” tandasnya.
Kabar duka datang dari Maluku Utara. Mantan Wakil Gubernur Maluku Utara, M Al Yasin Ali,…
Gempa bumi kuat mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu, 15 Agustus 2026.…
Partai Demokrat Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, menggelar aksi lingkungan bertajuk Gerakan Langit Biru Indonesia…
Perselisihan hubungan industrial antara 10 pekerja dan PT Position di Maluku Utara resmi diselesaikan secara…
Penggunaan pembayaran digital melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Maluku Utara terus berkembang.…
Seorang pemuda asal Desa Sukamaju, Kecamatan Tobelo Barat, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dilaporkan hilang…