News

5 Tahun Traffic Light di Taliabu Terbengkalai, Dishub Belum Prioritaskan Perbaikan

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum memprioritaskan anggaran untuk memperbaiki traffic light yang terbengkalai sejak dibangun pada 2021. Hingga kini, fasilitas pengatur lalu lintas tersebut belum juga difungsikan.

Padahal, keberadaan traffic light dinilai penting untuk mendukung keselamatan pengguna jalan serta mengurangi risiko kecelakaan lalu lintas di wilayah Pulau Taliabu.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Pulau Taliabu, Martono, mengatakan pihaknya belum mengusulkan anggaran perbaikan karena pemerintah daerah masih memfokuskan belanja pada program-program prioritas di tengah kebijakan efisiensi anggaran.

“Kami akan memperbaiki traffic light kalau ada anggaran. Apalagi dengan kondisi saat ini daerah mengalami efisiensi anggaran,” kata Martono kepada Cermat, Jumat, 31 Juli 2026.

Menurut Martono, fokus utama Dishub saat ini adalah mendukung pengembangan Bandar Udara (Bandara) Bobong. Karena itu, usulan anggaran untuk mengaktifkan kembali traffic light kemungkinan baru dipertimbangkan pada 2027.

“Kalau di Dishub, kami fokus ke bandara. Nanti kita lihat di tahun 2027 apakah pengusulan anggaran untuk traffic light bisa atau tidak,” ujarnya.

Ia bilang, penyebab utama traffic light tidak beroperasi bukan karena kerusakan pada perangkat, melainkan hilangnya aki yang menjadi sumber daya listrik. Aki tersebut diduga dicuri setelah traffic light selesai diuji coba selama sekitar satu pekan.

“Permasalahannya hanya pada aki. Setelah diuji coba selama seminggu, kami berencana berkoordinasi dengan Polres Taliabu untuk peluncurannya. Namun saat dilakukan pengecekan, ternyata akinya sudah hilang,” ungkapnya.

Martono menegaskan, usulan anggaran perbaikan pada 2027 masih bergantung pada kemampuan keuangan daerah dan skala prioritas pembangunan. Ia berharap kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat segera berakhir agar berbagai program daerah, termasuk pengoperasian traffic light, dapat direalisasikan.

“Kami tetap akan memperhatikan traffic light. Namun, kami harus menyesuaikan dengan program yang lebih dibutuhkan masyarakat. Mudah-mudahan tahun 2027 sudah tidak ada lagi efisiensi sehingga program pembangunan daerah bisa berjalan lebih optimal,” tutupnya.

redaksi

Recent Posts

Maju Pilkades, Masrudin H. Saleh Usung Visi Desa Jorjoga yang Selaras dan Sejahtera

Pemerintah Desa Jorjoga, Kecamatan Taliabu Utara, Kabupaten Pulau Taliabu, bersiap menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades)…

14 jam ago

Morotai Borong Enam Penghargaan dan IPM Meningkat

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara mencatat sederet pencapaian di tingkat nasional dan provinsi…

14 jam ago

Pemkab Taliabu Usulkan Rp1,5 Miliar untuk Urus Administrasi Lahan Bandara Bobong

Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Disperkimtan) mengusulkan anggaran sebesar…

14 jam ago

Assessment Disabilitas di Taliabu Dikebut, Bantuan Sosial Disiapkan

Kementerian Sosial (Kemensos) RI melalui Sentra Nipotowe Palu mendampingi Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Pulau Taliabu,…

14 jam ago

Si Pembunuh Berantai Ekologi

Oleh: Muhammad Tabrani Mutalib   “Homo sapiens holds the record among all organisms for driving…

2 hari ago

NHM Perkuat Komitmen ESG Lewat Penanaman Mangrove di Halmahera Utara

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) bersama Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara menggelar aksi penanaman mangrove di…

2 hari ago