News

Anak Adat Tidore soal Otsus Malut: Ini Agenda Besar, Wajib Didukung

Ngofa atau anak Adat Fomanyira Tomagoba, Zainudin A Rahim, mendukung sikap Buku Gau-gau atau Ketua Mahkamah Agung Kesultanan Tidore, Wahab Salim.

Sebelumnya, Wahab menegaskan jika ditinjau dari aspek sejarah maupun sumber daya alam, Malut layak mendapatkan status otonomi khusus (otsus) dari negara.

Menurut Zainudin, agenda otsus yang tengah didorong merupakan gagasan besar dan patut didukung oleh seluruh masyarakat Maluku Utara.

“Kenapa ini perlu didukung? Agar dapat menekan lambatnya pertumbuhan ekonomi di wilayah Maluku Utara,” ujar Zainudin, Senin (3/4).

Bagi Zain, dorongan ini bukan berarti pihak kesultanan menutup ruang dukungan dari pemerintah daerah. “Kita tidak melulu bicara SDA,” katanya.

“Tapi ingin saya sampaikan bahwa banyak tokoh di Maluku Utara yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia yang kita cintai ini,” ujarnya.

Hal ini melatari lahirnya UU No 22 Tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Kemudian direvisi menjadi UU No 32 Tahun 2004.

“Ini merupakan kran yang baru dibuka untuk wilayah yang memiliki potensial untuk menata ekonomi wilayahnya sendiri,” ujarnya.

Sebab, menurut Zainudin, Indonesia sebagai negara kepulauan tidak bisa dikendalikan dengan sistem terpusat. “Daerah harus diberi wewenang untuk mandiri sebagai daerah otonomi khusus,” katanya.

Apalagi Kesultanan Tidore, Ternate, Bacan, dan Jailolo jauh sebelumnya adalah negara berdaulat. “Ini sebelum NKRI terbentuk,” tandasnya.

Zainudin bilang, ketika Jepang, Portugis, dan Spanyol bertandang ke Maluku Utara, struktur pemerintahan empat kesultanan sudah lengkap.

“Itu berarti, Maluku Utara saat itu sangat siap menjadi negara yang merdeka dan berdaulat, lengkap dengan perangkat kesultanannya,” ujarnya.

Oleh karena itu, sambung Zainudin, pemerintah pusat wajib memberikan status keistimewaan berupa otsus ke wilayah Malut.

“Tentu dengan tetap memperhatikan hukum dan norma dalam menegakkan prinsip tanggung jawab sosial, tanpa harus memberatkan rakyat,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Kurban, Pendidikan, dan Harapan: Cerita Pengabdian ESP di Kalaodi

Di balik hijaunya perbukitan dan sejuknya udara Desa Kalaodi, Kecamatan Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan,…

9 jam ago

Gabungan Mahasiswa di Maluku Utara Desak Pemerintah Turunkan Harga BBM

Sejumlah organisasi mahasiswa di Kota Ternate, Maluku Utara, menggelar aksi demonstrasi serentak di beberapa titik…

10 jam ago

NHM Kembali Raih PROPER Biru 2025–2026, Perkuat Komitmen Pengelolaan Lingkungan

PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) kembali menorehkan prestasi di bidang pengelolaan lingkungan dengan meraih penghargaan…

14 jam ago

Motoris Speedboat di Ternate Harapkan Penyesuaian Tarif Imbas Harga BBM Naik

Sejumlah motoris speedboat yang beroperasi di Pelabuhan Kota Baru, Ternate, Maluku Utara, mengeluhkan meningkatnya biaya…

16 jam ago

Jersey Argentina dan Brasil Paling Laris di Ternate, Pedagang: Ada yang Murah

Antusiasme masyarakat Kota Ternate menyambut gelaran Piala Dunia turut berdampak pada meningkatnya penjualan atribut sepak…

1 hari ago

Bripda Rafly Raih Medali Emas Taekwondo di Porprov V Maluku Utara

Prestasi membanggakan kembali ditorehkan personel Polda Maluku Utara di bidang olahraga. Pada ajang Pekan Olahraga…

1 hari ago