News

Anggota DPD Hasby Yusuf Dorong 12 Calon DOB di Maluku Utara

Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Hasby Yusuf, menyampaikan usulan pembentukan 12 Daerah Otonomi Baru (DOB) di Provinsi Maluku Utara. Usulan ini disampaikan berdasarkan aspirasi masyarakat yang ia temui selama masa reses di berbagai wilayah.

Adapun 12 wilayah yang diusulkan menjadi DOB itu, meliputi Kabupaten Obi, Kabupaten Gane Raya, Kota Bacan, Kabupaten Makian Kayoa, Kabupaten Patani Gebe, Kabupaten Wasilei, Kabupaten Loloda, Kabupaten Kao Raya, Kota Tobelo, Kota Jailolo, Kota Sofifi, dan Kabupaten Pulau Mangoli.

“Selama kunjungan ke berbagai daerah, saya banyak berdialog dengan masyarakat kampung, para tokoh perjuangan DOB, serta menghadiri forum-forum publik. Aspirasi yang muncul sangat kuat, karena mereka melihat DOB bisa jadi solusi meningkatkan kesejahteraan, mengurangi ketimpangan sosial, mempercepat pembangunan. Termasuk meningkatkan pelayanan publik,” ujar Hasby Yusuf, saat dihubungi, Jumat, 4 Juli 2025.

Ia juga menekankan pentingnya daerah memiliki kewenangan dalam mengelola potensi sumber daya alam demi kesejahteraan bersama.

Sebagai anggota DPD RI, Hasby mengaku siap memperjuangkan aspirasi tersebut dalam forum-forum resmi di tingkat nasional.

“Dalam setiap rapat bersama pemerintah pusat, saya selalu menyampaikan aspirasi dari daerah. Bahkan saya telah bersurat kepada Pimpinan DPR RI, DPD RI, dan Kementerian Dalam Negeri agar dapat memprioritaskan usulan DOB di Maluku Utara,” tegasnya.

Terkait perjuangan menjadikan Sofifi sebagai DOB, Hasby memberikan dukungan penuh. Ia menyarankan agar para pejuang DOB Sofifi duduk bersama dengan Pemerintah Kota Tidore Kepulauan dan Pemerintah Provinsi Maluku Utara guna menyatukan visi serta menyusun langkah-langkah perjuangan melalui mekanisme yang formal.

“Saya membuka diri untuk memfasilitasi pertemuan para tokoh perjuangan DOB dengan pimpinan DPD RI, DPR RI, maupun pemerintah pusat,” lanjutnya.

Hasby juga menyinggung soal DOB Obi, Wasile, dan Galela–Loloda (Galda) yang saat ini kembali mengemuka di publik. Menurutnya, ketiga wilayah tersebut merupakan bagian dari usulan lama yang telah masuk dalam inventarisasi pemerintah sebelum diberlakukannya moratorium DOB.

redaksi

Recent Posts

Seorang Polisi di Taliabu Dilaporkan Hilang, Diduga Alami Gangguan Psikologis

Seorang anggota kepolisian, Aiptu Justinus Gilbertus Matwan, yang bertugas di Polres Pulau Taliabu, Maluku Utara,…

7 menit ago

Curi Kulkas hingga Lemari, Polisi Tangkap Seorang Pemuda di Galela

Polsek Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara menangkap seorang pria berinisial NJ alias Nurman yang…

21 menit ago

Pemda Sebut Penjualan Captikus di Morotai Ilegal, Sanksi Justru Belum Jelas

Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai, Maluku Utara, menyatakan penjualan minuman keras tradisional jenis captikus merupakan tindakan…

11 jam ago

Hadapi Persis, Malut United Bawa Tekad Kembali ke Jalur Kemenangan

Pelatih kepala Malut United, Hendri Susilo, menegaskan timnya dalam kondisi percaya diri jelang menghadapi Persis…

22 jam ago

Bendahara Desa di Morotai Diduga Hilangkan Dana Puluhan Juta

Yoder Kanal, Bendahara Desa Tiley Pantai, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, diduga menghilangkan dana…

23 jam ago

Aniaya Warga, Anggota Geng Naga Hitam di Tobelo Diringkus Saat Pesta Miras

Tim Resmob Canga Satreskrim Polres Halmahera Utara membackup Polsek Tobelo Selatan meringkus seorang pemuda yang…

1 hari ago