Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Taliabu, Maluku Utara, Damruddin Rahman. Foto: La Ode Hizrat Kasim/cermat
Pembelarajan bahasa daerah Pulau Taliabu akan masuk dalam kurikulum pendidikan pada 2027 mendatang. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pulau Taliabu, Damruddin Rahman, saat diwawancarai cermat, Rabu, 18 Februari.
Menurut Damruddin, bahasa daerah asli Pulau Taliabu saat ini hampir punah. Sehingga dalam programnya, bahasa daerah ini akan dikhususkan pada sekolah dasar (SD) jenjang pendidkan kelas I, II, dan III.
Dia menyebut, pembelarajan bahasa daerah Pulau Taliabu akan dimasukkan dalam pelajaran muatan lokal atau mulok.
“Kita akan melakukan kajian lapangan secara sistematis dan ada sekolah yang kita jadikan roll modeling dalam konteks bahasa daerah,” jelas Damruddin.
Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara menetapkan setidaknya 7 bahasa daerah yang direvitalisasi, salah satunya adalah bahasa asli Pulau Taliabu. Ada juga Bahasa Sula, Bahasa Togale, dan Bahasa Makeang.
“Ini adalah kajian dari balai bahasa, karena setiap tahunnya tergradasi bahkan bahasa daerah terancam punah. Sebab, secara tidak langsung bahasa ibu telah memutus rantai bahasa daerah,” ujarnya.
Ia bilang, kendati bahasa daerah tidak masuk dalam visi- misi Bupati dan Wakil Bupati Pulau Taliabu, pihaknya akan menjadikan bahasa daerah setempat sebagai program yang diprioritaskan dinas pendidikan.
“Bahasa daerah merupakan warisan budaya dan warisan leluhur. Ketika kita tidak patenkan dan kita tidak usulkan ke kementerian, maka yang ditakutkan akan dikalim oleh daerah lain,” tutupnya.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate, Rizal Marsaoly, resmi melepas keberangkatan jemaah umrah dari Travel Samira,…
Direktorat Kepolisian Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Maluku Utara resmi menyerahkan dua tersangka kasus dugaan…
Kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan satu unit truk operasional PLN dan sepeda motor di…
Para pedagang takjil mulai membangun lapak dan menempati Kawasan Central Business District atau CBD di…
Bupati Pulau Morotai, Maluku Utara, Rusli Sibua, mengajak seluruh masyarakat menyambut datangnya bulan suci Ramadan…
Pemerintah resmi menetapkan 1 Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026, melalui…