News

Belum Terima Ijazah, Mantan Mahasiswa Gugat Rektor UMMU

Rektor Universitas Muhammadiyah Maluku Utara (UMMU), Prof Dr Saiful Deni dan Dekan Fakultas Hukum digugat mantan mahasiswa, Rani Andini Yasa, ke Pengadilan Negeri (PN) Ternate atas dugaan perbuatan melawan hukum (PMH).

Rani yang juga mantan anggota Polwan ini menggugat rektor dan dekan lantaran menolak menandatangani ijazah dan transkrip nilainya. Padahal Rani telah diwisuda pada tahun 2020 lalu.

Kuasa hukum Rani Andini Yasa, Muhammad Thabrani mengatakan, tindakan rektor dan dekan melanggar Pasal 26 ayat (1) dan (2) huruf a junto Pasal 42 ayat (1) dan (2) UU Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi junto Pasal 5 ayat (1), Pasal 11 ayat (1) huruf a, Pasal 11 ayat (2), dan Pasal 21 ayat (1).

Tindakan keduanya juga melanggar Pasal 106 ayat (2) Surat Keputusan Nomor 046/KEP/I.3/D/2016 tentang Statuta UMMU Tahun 2015 junto Keputusan bersama Rektor dan Ketua Badan Pembina Harian Muhammadiyah Maluku Utara Nomor 380/KPTS/R-UMMU/XI/2015 dan Nomor 0062/KEP/F.3/BPH-UMMU/2015 tentang Perubahan Statuta UMMU yang menyatakan sertifikat berbentuk ijazah diberikan kepada mahasiswa sebagai pengakuan prestasi belajar dan/atau penyelesaian program studinya setelah lulus ujian yang diselenggarakan oleh program studi di UMMU.

“Gugatan PMH dan ganti rugi resmi didaftarkan ke Pengadilan Negeri (PN) Ternate,” ungkap Thabrani, Selasa (5/10).

Menurutnya, secara adminitrasi, kliennya telah memenuhi persyaratan kelulusan dan administratif sehingga berhak mendapatkan ijazah dan transkrip nilai.

“Jadi perbuatan tergugat yang menahan dan tidak mau menandatangani ijazah dan transkip nilai penggugat merupakan tindakan yang melanggar pasal 25 ayat (1) junto Pasal 61 ayat (2) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional,” terangnya.

“Perbuatan tergugat diancam dengan tindak pidana penggelapan sebagaimana diatur Pasal 372 KUHPidana,” pungkas Thabrani.

Terpisah, Kuasa Hukum UMMU, Rahim Yasin saat dikonfirmasi cermat menyatakan gugatan yang dimasukkan Rani merupakan haknya ketika merasa dirugikan.

“Tetapi proses ujian skripsi Rani itu penuh dengan manipulasi, kesalahan-kesalahan akademik. Ijazah Rani itu ada, cuma ada proses pidana yang berkaitan jadi kita menunggu hasil putusannya dulu,” ucap Rahim yang juga Dekan Fakultas Hukum UMMU Ternate.

Menurut Rahim, saat ini pihaknya masih menunggu putusan PN Ternate atas kasus dugaan penggunaan gelar akademik tanpa hak yang menyeret nama Rani.

“Ijazah tetap ada, kami akan berikan haknya dia tapi kami dari UMMU masih menunggu putusan PN. Apabila terbukti bersalah kami akan meninjau kembali,” pungkasnya.

redaksi

Recent Posts

Polres Halbar Jadwalkan Periksa 8 ASN dalam Kasus Dugaan Pemotongan Perjadin di Inspektorat

Polres Halmahera Barat, Maluku Utara, menjadwalkan pemeriksaan terhadap delapan orang saksi terkait dugaan pemotongan anggaran…

16 jam ago

APBD Morotai 2026 Rampung, Pencairan Menunggu Input Anggaran OPD

Ketua DPRD Pulau Morotai, Maluku Utara, Muhammad Rizki, memastikan APBD tahun anggaran 2026 telah selesai…

17 jam ago

Leasing Tarik Motor Secara Paksa, Kapolres Morotai: Bisa Pidana

Kapolres Pulau Morotai, AKBP drh. Dedi Wijayanto, mengingatkan seluruh perusahan pembiayaan atau leasing dan pihak…

17 jam ago

Gelar Milad ke-67, YPI Malut Siap Bertransformasi Jadi Institusi Pendidikan Modern

Melakukan transformasi menjadi institusi pendidikan modern menjadi prioritas Yayasan Perguruan Islam (YPI) Maluku Utara (Malut)…

18 jam ago

DPRD dan Drama Politik Simbolik di Tengah Krisis Transportasi Laut Halsel

Oleh: Fidel Casiruta*   POLEMIK transportasi laut di wilayah kepulauan Kabupaten Halmahera Selatan kembali mencuat…

20 jam ago

Temukan Buah Busuk di Hidangan MBG, Guru di Ternate Protes

Temuan buah busuk pada hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah MIS Baabullahthul Khairat, Kecamatan…

2 hari ago