Potongan video perlihatkan kondisi Pelabuhan Wayabula Morotai diterjang ombak. Foto: Istimewa
Video yang memperlihatkan cuaca buruk di Dermaga Wayabula, Kecamatan Morotai Selatan Barat, Pulau Morotai, Maluku Utata, viral di media sosial. Video tersebut diunggah akun Facebook Jami Kuna dan langsung menarik perhatian warganet.
Dalam unggahannya, Jami Kuna menuliskan, “Cuaca sedang tidak baik-baik saja. Cuaca ekstrim sedang berlangsung, oleh karena itu yang hendak mudik harus hati-hati. Jembatan/Pelabuhan Wayabula Morotai Selatan Barat.”
Postingan tersebut juga mendapat respons luas dengan 80 komentar, 230 kali dibagikan, dan telah ditonton lebih dari 64,7 ribu kali.
Salah satu warga Desa Wayabula, Asril Kotu, membenarkan peristiwa tersebut. Ia menyebut kejadian itu terjadi pada Selasa sore, 17 Maret, sekitar pukul 17.00 WIT.
“Itu kejadiannya hari Selasa kemarin, angin dan ombak sangat kuat menghantam pelabuhan,” ujarnya saat dimonfirmasi cermat, Rabu, 18 Maret 2026. Akibat terjangan cuaca ekstrem, ia bilang, sejumlah fasilitas dermaga mengalami kerusakan.
“Ada beberapa tiang lampu yang roboh, dan sambungan jembatan rusak sampai besinya terlihat keluar,” jelasnya.
Ia juga menuturkan bahwa kondisi cuaca buruk berlangsung cukup lama hingga malam hari dan membuat warga sekitar panik.
“Mulai dari sore sampai sekitar jam 12 malam, ombak dan angin masih kencang sampai warga juga panik,” tuturnya
Kata Asril, kondisi perairan disekitar pelabuhan memang sangat beresiko saat musim ombak, sehingga tidak semua kapal berani bersandar.
“Kalau musim ombak, kapal bisa hancur kalau sandar disitu. Kecuali tidak ada ombak baru kapal bisa sandar disitu,” katanya.
Sementara itu, Komandan Unit Siaga SAR Morotai, Muhammad Rizal, mengaku telah melihat video yang beredar, meski belum memastikan secara pasti lokasi kejadian.
“Kalau terkait video tersebut saya belum tahu pasti lokasinya, tapi kemungkinan di daerah Wayabula,” katanya.
Ia mengimbau, khusunya masyarakat pengguna jasa transportasi laut, untuk selalu memperhatikan informasi cuaca sebelum melakukan perjalanan.
“Masyarakat maupun penyedia jasa pelayaran agar memperhatikan imbauan atau prediksi cuaca dari BMKG. Jika cuaca buruk, sebaiknya keberangkatannya ditunda,” tegasnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan pentingnya kesiapan armada dan perlengkapan keselamatan sebelum berlayar.
“Penyedia jasa pelayaran harus memastikan alat keselamatan lengkap dan aramada dalam kondisis siap seblum melakukan pelayaran,” tutupnya.
“Saya pernah bertanya pada Sultan Tidore, Ou (sebutan untuk sultan) mau jadi apa? Ou bilang:…
Perkumpulan Fakawele kembali menyelenggarakan Sekolah Relawan Kampung (SRK) sebagai ruang belajar bagi generasi muda untuk…
Oleh: Aswan Kharie/Jurnalis cermat Dalam kehidupan masyarakat, lebaran bukan sekadar perayaan tahunan. Ia adalah ruang…
Kondisi geografis Pulau Halmahera yang luas dengan akses transportasi antar wilayah yang terbatas sering kali…
Oleh: Yanuardi Syukur Pengajar Antropologi Globalisasi di Universitas Khairun, Ternate dan Founder Indo-Pacific Center for…
PT Nusa Halmahera Minerals (NHM) menyerahkan bantuan satu unit motor roda tiga jenis Viar kepada…